Hypno-breastfeeding Untuk Melancarkan ASI

Pentingnya Hypnobreastfeeding Bagi Ibu Menyusui



Psikolog sekaligus pakar hypnobreastfeeding, Fonda Kuswandi mengatakan bahwa persiapan memberi air susu ibu (ASI) mencakup tiga hal, yakni fisik, pikiran, dan jiwa. Tiga hal tersebut, lanjut dia, saling melengkapi sehingga tidak bisa dipisahkan.

“Hal yang paling utama adalah jiwanya. Ibu harus benar-benar niat dan memiliki kemauan untuk memberikan ASI. Kalau kemauannya tidak kuat, maka saat ada benturan (hambatan) sedikit bisa langsung menyerah,” ujar Fonda pada acara Mother and Baby Fair 2015 di Jakarta, Jumat (16/10).

Selain itu, lanjut dia, pola pikir yang terbentuk sejak kecil di benak ibu juga bisa menghambat kelancaran ASI. “Misalnya, orangtua si ibu bilang, memang sudah keturunan di keluarga tidak bisa memberi ASI eksklusif. Akhirnya si ibu meyakini dan menyerah saat ASI-nya susah keluar. Mindset itu juga bisa membuat ASI tidak lancar,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut Fonda, diperlukan hypnobreastfeeding yang pada dasarnya sama dengan hipnoterapi, namun dikhususkan bagi ibu yang menyusui. Menurutnya, hypnobreastfeeding diperlukan untuk mengubah sistem kepercayaan yang sudah terbentuk lama tersebut.

Hypnobreastfeeding adalah teknik relaksasi atau upaya alami menggunakan energi bawah sadar untuk menghasilkan ASI yang mencukupi dengan memasukkan sugesti ke dalam diri lewat kata-kata yang positif.

“Pikiran bawah sadar efeknya besar sekali dalam kehidupan sehari-hari. Pikiran bawah sadar berperan sampai 82 persen terhadap fungsi diri. Sedangkan pikiran sadar hanya 18 persen. Kalau ibunya mudah panik dan stresnya tidak dikelola dengan baik, maka akan berpengaruh ke ASI. Itulah kenapa relaksasi atau hypnobreastfeeding bisa membantu kelancaraan ASI,” tutur Fonda