Hubungan Seks Saat Hamil

DokterSehat.Com – Selain mengalami perubahan fisik, wanita hamil juga mengalami peningkatan dorongan seks yang tinggi dan orgasme yang kuat selama beberapa tahap kehamilan. Bagi sebagian wanita, hubungan seks selama kehamilan boleh saja dilakukan.

10

Ketika gairah seks semakin meningkat pada kehamilan, Anda mungkin perlu membuat beberapa penyesuaian untuk kenyamanan Anda berhubungan seks, seperti :

  • Berkomunikasi secara terbuka.  Komunikasi memegang peran yang penting dalam mencapai kepuasan hubungan seksual. Terutama pada masa kehamilan. Anda dan pasangan mungkin memiliki ide berbeda tentang seberapa sering berhubungan seks dan gaya apa yang disukai masing-masing. Jika hubungan seks saat hamil menjadi sangat sulit dilakukan, terutama di masa akhir kehamilan, mungkin memberi pijatan dan pelukan penuh kasih sayang bisa menjadi gantinya. Oleh karena itu, komunikasikan secara terbuka kendala yang Anda rasakan bersama pasangan, dan temukan solusinya bersama.
  • Bereksperimen dengan gaya baru. Perez menyatakan, seiring perut yang membuncit, cobalah posisi seks miring atau posisi wanita berada di atas agar bisa mengontrol kedalaman penis. Bisa juga dengan meminta pasangan pria duduk bersandar dan Anda duduk di pangkuannya. Wanita hamil tidak dianjurkan melakukan posisi seks berbaring terlentang, terutama di masa akhir kehamilan. Karena berat bayi dan pasangan dapat memberikan tekanan pada vena cava inferior, pembuluh darah besar yang membawa darah kembali menuju jantung. Hal ini dapat mengakibatkan pusing dan meningkatkan detak jantung.
  • Safety First. Jika Anda memiliki riwayat penyakit menular atau bahkan kemungkinan terpapar HIV, sebaiknya menggunakan kondom saat berhubungan seks. HIV dapat ditularkan pada bayi. Oral seks juga diperbolehkan tapi pastikan Anda melakukannya dalam keadaan yang sama-sama bersih. Meniup udara ke dalam vagina saat melakukan oral seks juga tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan air embolism (keadaan di mana pembuluh darah tersumbat oleh gelembung udara) yang bisa mengancam jiwa. Dokter juga tidak menganjurkan anal seks saat kehamilan karena bisa menyebabkan paparan bakteri dari anus menuju vagina pemicu infeksi. Bahkan, kebiasaan ini juga memicu wasir selama kehamilan.
Baca Juga:  Infeksi Torch Pada Ibu Hamil

Kapan hubungan seks menjadi tidak aman dilakukan di saat kehamilan?

Para ahli kandungan akan menyarankan untuk tidak berhubungan seks selama kehamilan jika terjadi beberapa hal di bawah ini :

  • Berisiko mengalami persalinan prematur, sebelum usia kandungan 37 minggu
  • Anda mengalami perdarahan vagina. Biasanya terjadi pada kehamilan kembar
  • Anda mengalami plasenta previa. Kondisi di mana plasenta menutupi pembukaan serviks
  •  Mengalami infeksi tertentu
  • Kondisi medis tertentu yang menempatkan Anda pada risiko keguguran

Posisi hubungan intim saat hamil

Posisi yang tepat akan membuat ibu hamil merasa nyaman sekaligus tidak mengganggu kehamilan. Berikut ini beberapa posisi yang dapat dipilih Anda dan suami :

  • Posisi misionaris (perempuan di bawah). Minta kepada suami untuk menahan tubuhnya dengan kedua tangan agar tidak menekan perut.
  • Posisi woman on top (perempuan di atas). Posisi ini membuat Anda dapat mengontrol penetrasi.
  • Suami duduk dan Anda duduk di pangkuannya. Posisi ini membantu Anda mengatur irama saat berhubungan dan mengurangi tekanan di dinding rahim.
  • Spoon position (Anda dan suami berbaring menyamping ke satu sisi, Anda membelakangi suami). Posisi ini aman karena tidak memberi tekanan di perut.
  • Posisi doggy style (Anda menungging, bertopang di siku dan lutut). Penetrasi dilakukan dari belakang, sehingga tidak memberi  tekanan di perut.