Hubungan Osteoporosis dan Kehamilan

DokterSehat.Com – Tidak sedikit wanita yang menyepelekan osteoporosis, karena tidak adanya gejala yang menyertai penyakit tersebut. Padahal, dampaknya bisa fatal



Tulang adalah penyangga tubuh yang sangat penting. Sayangnya, tanpa disadari, banyak wanita yang kurang memedulikan kesehatan tulangnya. Buktinya, berdasarkan hasil analisis data risiko Pusat penelitian dan pengembangan Gizi Departemen Kesehatan menunjukkan, dua dari lima orang Indonsia berisiko mengalami osteoporosis.

Sebanyak 41.8% laki-laki dan 90% perempuan Indonesia memiliki gejala osteoporosis, hal itu yang diungkapkan DirJen Pengendalian Penyakit dan penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama pada puncak peringatan Hari Osteoporosis Nasional di Jakarta.

Mungkin belum banyak yang menyadari bahwa terdapat hubungan antara osteoporosis dan kehamilan. Osteoporosis adalah hilangnya kepadatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang, salah satunya akibat seseorang menderita osteoporosis adalah kurangnya kalsium dalam tubuh. Banyak kasus osteoporosis yang dilaporkan terjadi dalam masa kehamilan seorang ibu.

Hubungan osteoporosis dan kehamilan dapat dipicu adanya kebutuhan kalsium yang lebih dari biasanya pada wanita hamil. Osteoporosis biasanya terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Pada masa itu, kalsium dalam tubuh diserap dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan kerangka tubuh bayi. Selain itu, kalsium juga banyak dikeluarkan tubuh melalui pembuangan urin yang frekuensinya sering pada wanita hamil. Untuk ibu hamil disarankan mengonsumsi 1.000 mg kalsium per hari.

Osteoporosis juga bisa berhubungan erat dengan kehamilan wanita pada usia dini. Seorang remaja pada umumnya memiliki kebutuhan akan kalsium yang tinggi. Saat seorang remaja perempuan yang masih membutuhkan kalsium dalam pertumbuhannya ini hamil, kalsium yang dia butuhkan lebih banyak lagi dari wanita hamil pada umumnya. Bila ia tidak diberi kalsium yang cukup, osteoporosis akan terjadi dalam masa kehamilannya, atau di kemudian hari risiko osteoporosis akan lebih besar terjadi padanya. Untuk remaja perempuan yang hamil disarankan mengonsumsi minimal 1.300 mg kalsium per hari.

Baca Juga:  Tips Melahirkan Tanpa Sakit

Osteoporosis pada wanita hamil biasanya terjadi pada kehamilan pertama dan bersifat sementara. Pada kehamilan kedua biasanya osteoporosis tidak lagi terjadi. Selain itu, setelah wanita melahirkan dan menyapih, kepadatan tulang mereka akan kembali. Keluhan osteoporosis pada ibu hamil biasanya sakit punggung, tinggi badan berkurang, dan retak tulang belakang. Pada beberapa kasus, walaupun jarang, terjadi juga sakit pada panggul dan tulang paha.

Hubungan osteoporosis dengan kehamilan terjadi pada masa menyusui. Setelah melahirkan, seorang wanita biasanya menyusui bayinya, biasa disebut masa laktasi. Pada masa ini, penyerapan kalsium dalam tubuh ibu menyusui juga terjadi dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun setelah 6 bulan, biasanya kondisi tulang sudah mulai membaik. Osteoporosis pada kehamilan juga bisa terjadi karena faktor genetis.