Hubungan Antara Ponsel Dan Resiko Kanker Otak Pada Anak

DokterSehat.Com – Sejumlah peneliti Eropa kembali memperingatkan para orang tua agar lebih mengatur penggunaan ponsel pada anak-anak di bawah usia 16 tahun. Penggunaan ponsel sebaiknya hanya digunakan pada saat yang darurat atau memang sangat dibutuhkan. Menurut peneliti asal Swedia, seperti dilansir Sidney Morning Herald, Selasa (31/9/2008), ponsel dapat meningkatkan lima kali lipat resiko kanker otak.



Tapi sayangnya para peneliti ini tidak yakin apakah perkembangan otak anak lebih rentan terhadap penggunaan ponsel jika dibandingkan orang dewasa. Hal tersebut karena sistem saraf anak-anak masih akan berkembang seiring dengan pertumbuhannya.

Berangkat dari kepenasaran tersebut, akhirnya para ilmuwan melakukan penelitian terbesar di dunia untuk menyelidiki apakah penggunakan ponsel dan gadget nirkabel lainnya akan mempengaruhi perkembangan otak anak atau tidak. Bagaimana dampak jangka pendek terhadap kesehatan dan apa dampak jangka panjang yang bisa ditimbulkan dari radiasi sinyal ponsel untuk anak-anak.

Proyek ini dinamakan dengan Study of Cognition Adolescents and Mobile Phones ini akan fokus untuk meneliti fungsi kognitif anak-anak, mislanya seperti memori dan perhatian yang terus berkembang sampai masa remaja atau usia dimana remaja mulai memiliki dan menggunakan ponsel pribadi mereka.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Paul Elliott, yang merupakan Direktur Centre for Environment and Health Imperial College London sekaligus pemimpin penelitian, mengatakan bahwa sampai saat ini, bukti ilmiah yang tersedia hanya memperlihatkan bahwa tidak ada keterkaitan antara paparan gelombang frekuensi radio dari ponsel dengan kanker otak pada orang dewasa.

Elliott dan para peneliti utama dari studi tersebut, yakni Mireille Toledano, bersama-sama akan merekrut sekitar lebih dari 2.500 anak yang masih berada di usia sekolah, yakni usia 11 hingga 12 tahun dan mengikuti perkembangan kognitif mereka selama dua tahun. Dalam periode tersebut, para peneliti juga akan mengumpulkan data mengenai seberapa sering dan seberapa lama anak-anak tersebut menggunakan ponsel dan perangkat nirkabel lainnya setiap hari.

Baca Juga:  Penting, Antisipasi Patah Tulang

Di sisi lain, orangtua dan siswa yang setuju akan ambil bagian dalam studi tersebut juga nanitnya akan menjawab pertanyaan seputar penggunaan ponsel dan teknologi nirkabel oleh anak-anak serta gaya hidup yang mereka jalani. Selain itu, para siswa juga akan melakukan tes komputerisasi berbasis kelas untuk mengetahui kemampuan kognitif di balik fungsi memori dan perhatian mereka secara penuh.

Organisasi Kesehatan Dunia juga mengatakan bahwa sejumlah besar penelitian telah dilakukan selama dua dekade terakhir ini untuk mengetahui apakah ponsel akan menimbulkan potensi risiko kesehatan bagi manusia, dan sampai sekarang tidak ada efek kesehatan yang merugikan untuk orang dewasa, terutama bagi mereka yang menggunakan ponsel modern yang lebih mampu meredam efek radiasi.

Walaupun demikian, tetap saja medan elektromagnetik yang dihasilkan ponsel diklasifikasikan International Agency for Research on Cancer sebagai kemungkinan karsinogenik bagi manusia. Dalam hal ini mereka pun menyatakan pentingnya penelitian lebih lanjut terhadap masalah ini.