Hipospadia, Gangguan Genital Pada Bayi Laki-Laki yang Baru Lahir

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika sebagian umat manusia hidup dengan gaya hidup yang semakin tidak sehat. Hal ini ternyata berpengaruh akan banyak hal, khususnya dalam kondisi kesehatan janin yang dilahirkan oleh ibu hamil. Di Inggris sendiri, diketahui bahwa karena semakin menurunnya kesadaran untuk melakukan gaya hidup sehat, semakin banyak bayi laki-laki yang terlahir dengan kondisi gangguan genital. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-vaksin-palsu-bayi-imunisasi-Hipospadia

Dalam beberapa decade terakhir, ada kecenderungan jumlah rata-rata sperma pada pria semakin menurun sebagaimana juga dengan kualitasnya. Tak hanya tentang semakin tidak sehatnya konsumsi makanan, paparan polusi dan juga berbagai zat beracun dalam kehidupan sehari-hari layaknya dari bahan kimia plastik juga bisa mempengaruhi kualitas sperma pria sekaligus ketidakseimbangan hormon estrogen pada tubuh seorang wanita. Karena alasan inilah, kini 1 dari 350 bayi laki-laki yang terlahir di Inggris mengalami gangguan genital yang disebut sebagai hipospadia, kondisi dimana anak laki-laki kesulitan untuk buang air kecil dengan berdiri karena urine tidak keluar dari ujung penis sebagaimana biasanya.

Hipospadia bisa dianggap sebagai hal yang tidak normal pada saluran kemih dimana lubang uretra untuk buang air kecil tidak benar-benar di ujung penis. Seringkali, lubang ini justru muncul pada bagian bawah kepala penis. Dengan adanya kelainan ini, anak akan mengalami masalah pada saat mendapatkan ereksi karena cenderung memiliki ukuran penis yang lebih kecil dari rata-rata atau buang air kecil.

Professor Neil Skakkebaek dari University of Copenhagen menyebutkan jika ada kemungkinan semakin menurunnya jumlah rata-rata sperma yang diproduksi pria dalam 50 tahun terakhir diiringi dengan semakin banyaknya pria yang memproduksi sperma dengan kondisi tidak normal. Hal ini bisa memicu kondisi yang disebut dengan “pembelokan gender” dimana kondisi penis pria bisa mengalami masalah hipospadia. Pakar kesehatan lainnya, John Asby yang berasal dari Syngenta Central Toxicology Laboratory dari Macclesfield, Inggris, justru lebih menduga hal ini disebabkan oleh kandungan racun dari rokok.

Baca Juga:  Mengatasi Radang Tenggorokan Pada Bayi