Hipogonadisme

DokterSehat.com – Hipogonadisme adalah kondisi pada pria dimana testis tidak dapat memproduksi hormon testosteron yang memadai. Hipogonadisme bisa sialami sejal janin berkembang di perut, sebelum masa puber, atau saat dewasa.



Hipogonadisme dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipogonadisme primer dan hipogonadisme sekunder. Pada hipogonadisme primer testis mengalami kelainan, kadar testoteron rendah disertai meningkatnya hormon gonadotropik. Kondisi ini disebut dengan hipogonadotropik-hipogonadisme.

Sementara pada hipogonadisme sekunder, kelenjar hipofisis di otak yang mengalami gangguan. Pada kasus ini kadar hormon testosteron dan hormon gonadotropik berada pada tingkat yang rendah. Kondisi ini disebut hipogonadisme-hipogonadotropik dan mengakibatkan beberapa penyakit kronis, seperti tumor hipofisis, penyakit-penyakit kritis, serta kondisi pascaradiasi.

Selain menurunkan libido dan DE, hipogonadisme juga bisa mengakibatkan infertilitas karena adanya masalah produksi sperma di dalam testis.

Penyebab

1. Hipogonadisme primer terjadi akibat adanya masalah pada testis.

  • Infeksi pada testis
  • Testis yang tidak turun
  • Trauma pada testis akibat dikebiri atau kecelakaan
  • Komplikasi penyakit gondongan
  • Sindrom Klinefelter
  • Pengobatan kanker
  • Radang buah zakar
  • Hemokromatosis

2. Hipogonadisme sekunder terjadi karena adanya gangguan pada kelenjar hipotalamus atau pituitari, yakni bagian otak yang berfungsi mengantarkan sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron.

  • Sindrom Kallmann
  • HIV/AIDS
  • Penuaan
  • Obesitas
  • Tumor
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Penyakit peradangan seperti sarkoidosis, histiositosis dan TBC

Gejala

1. Hipogonadisme yang terjadi selama perkembangan janin

  • Muncul alat kelamin wanita.
  • Pada pria alat kelaminnya berbentuk kurang sempurna.
  • Alat kelamin tidak jelas antara wanita atau pria.

2. Hipogonadisme yang terjadi saat puber

  • Suara kurang mendalam
  • Massa otot menurun
  • Pertumbuhan rambut terganggu
  • Kaki dan lengan tumbuh berlebihan
  • Munculnya jaringan payudara
  • Pertumbuhan penis dan testikel terganggu

3. Hipogonadisme yang terjadi saat dewasa

  • Mandul
  • Disfungsi ereksi
  • Susah konsentrasi
  • Kelelahan
  • Penurunan gairah seksual
  • Hilangnya massa tulang
  • Rambut tubuh seperti jambang menurun
  • Munculnya jaringan payudara
Baca Juga:  Menopause Ternyata Bisa Membuat Fungsi Paru-Paru Wanita Menurun Layaknya Paru-Paru Perokok Berat

Pengobatan

Terapi hormon yaitu testosterone replacement therapy (TRT) yang berbentuk suntikan, gel (AndroGel, Testim), koyo (Androderm) dan suplemen testosteron yang diminum secara oral.