Hipertensi Paru, Penyakit Yang Rentan Menyerang Kaum Hawa

DokterSehat.Com – Mendengar kata hipertensi tentu akan membuat kita mengaitkannya dengan masalah tekanan darah tinggi. Namun, pernahkah anda mendengar penyakit hipertensi paru? Penyakit ini ternyata cukup rentan menyerang wanita, khususnya ibu hamil. Hipertensi paru sendiri adalah masalah tekanan darah tinggi yang uniknya berada pada sekitaran area pembuluh darah arteri paru yang berada pada sisi kanan jantung. Pembuluh darah inilah yang mengendalikan aliran darah menuju organ paru-paru.

doktersehat-tanda-serangan-jantung

Penyakit hipretensi paru memang masih cukup kurang dikenal oleh masyarakat dan pakar kesehatan juga masih belum mengetahui mengapa kaum perempuan beresiko dua kali lipat mendapatkannya daripada kaum laki-laki. Padahal, data di dunia sendiri setidaknya sudah ada 25 juta kasus penyakit hipertensi paru dimana sebagian penderitanya akan meninggal kurang dari dua tahun setelah didiagnosa mendapatkan penyakit ini. Dari data yang didapatkan di RSUP Sardjito, Yogyakarta sendiri, dari tahun 2012 hingga 2015 ditemukan 336 kasus hipertensi paru-paru dimana 80 persen penderitanya adalah perempuan.

Hipertensi paru bisa dijelaskan sebagai kondisi dimana pembuluh arteri pada paru dan juga pembuluh darah kapiler mengalami penyempitan. Darah pun akan kesulitan untuk mengalir dan melewati organ paru-paru. Karena kesulitan ini, bilik kanan jantung pun meningkatkan tekanan darah pada arah ini sehingga berpotensi menyebabkan jantung menjadi lebih lemah. Beberapa pakar kesehatan meyakini penyakit ini disebabkan oleh faktor keturunan sehingga perempuan yang menderita penyakit ini sebaiknya tidak boleh mendapatkan kehamilan karena beresiko menurunkan penyakit yang sama pada anaknya.

Gejala dari penyakit hipertensi paru sendiri biasanya kerap disalah artikan sebagai gejala asma karena adanya sesak nafas, bronkitis, hingga masalah paru-paru kronis. Selain itu, penderitanya akan cenderung mudah mengalami kelelahan, mudah pingsan, kaki yang mudah membengkak, hingga bibir yang membiru. Satu hal yang pasti, jika anda mengalami gejala-gejala ini, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat agar tidak menjadi masalah yang fatal.