Hipersomnia – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Hipersomnia adalah kondisi yang ditandai dengan episode berulang kantuk di siang hari yang berlebihan atau tidur nyenyak di malam hari yang berlebihan.

doktersehat-kurang-tidur-diabetes-jantung-wanita-ngantuk

Penyebab hipersomnia

  • Hipersomnia mungkin disebabkan oleh kelainan tidur lainnya (seperti narkolepsi atau sleep apnea), disfungsi sistem saraf otonom, atau penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.
  • Dalam beberapa kasus, hipersomnia dapat diakibatkan oleh masalah fisik, seperti tumor, trauma kepala, atau cedera pada sistem saraf pusat.
  • Pengobatan tertentu, atau menghentikan obat tertentu ketika sudah kecanduan (putus obat), juga dapat menyebabkan hipersomnia.
  • Kondisi medis termasuk multiple sclerosis, depresi, ensefalitis, epilepsi, atau obesitas dapat menyebabkan gangguan ini.
  • Beberapa orang tampaknya memiliki predisposisi genetik terhadap hypersomnia; dan pada kasus lain, tidak diketahui penyebabnya.
  • Biasanya, hipersomnia pertama kali dikenali pada masa remaja atau dewasa muda.

Gejala hipersomnia
Berbeda dengan merasa lelah karena kurang tidur atau terganggu pada malam hari, penderita hipersomnia terpaksa tidur siang berulang kali di siang hari, seringkali pada saat yang tidak tepat seperti di tempat kerja, saat makan, atau dalam percakapan. Tidur siang siang hari biasanya tidak memberikan kelegaan dari gejala. Pasien sering mengalami kesulitan bangun dari tidur yang nyenyak, dan mungkin merasa bingung.

Gejala lainnya meliputi:

  • kegelisahan
  • mudah tersinggung
  • penurunan energi
  • kegelisahan
  • berpikir lambat
  • berbicara lambat
  • kehilangan selera makan
  • halusinasi
  • kesulitan mengingat

Beberapa penderita kehilangan kemampuan untuk berfungsi dalam keluarga, sosial, pekerjaan, atau pada kondisi lainnya lainnya.

Penanganan hipersomnia
Pengobatan bersifat simtomatik. Perubahan perilaku (misalnya menghindari kerja malam dan aktivitas sosial yang menunda waktu tidur) dan diet mungkin dapat membantu. Pasien harus menghindari alkohol dan kafein.

Obat-obatan

  • stimulan seperti berikut mungkin diresepkan:
  • amfetamin,
  • methylphenidate (Concerta, Metadate CD, Metadate ER, Methylin, Methylin ER, Ritalin, Ritalin LA, Ritalin-SR), dan
  • modafinil (Provigil).

Obat lain yang digunakan untuk mengobati hipersomnia meliputi:

  • clonidine (Catapres),
  • levodopa (Larodopa)
  • bromokriptin (Parlodel),
  • antidepresan, dan
  • penghambat monoamine oxidase.

Prognosis hipersomnia
Prognosis untuk orang dengan hipersomnia bergantung pada penyebab gangguan tersebut. Sementara gangguan itu sendiri tidak mengancam nyawa, namun dapat menimbulkan konsekuensi serius, seperti kecelakaan mobil yang disebabkan tertidur saat mengemudi. Serangan biasanya berlanjut tanpa batas waktu.

Penelitian tentang hipersomnia
Banyak organisasi dan komunitas yang melakukan penelitian tentang hipersomnia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ilmiah tentang kondisi tersebut, menemukan metode diagnosa dan perawatan yang lebih baik, dan menemukan cara untuk mencegahnya.