Hindarilah Berbagai Penyebab Sembelit Ini

DokterSehat.Com – Sembelit adalah masalah kesehatan yang sudah sering dialami oleh banyak orang. Meski tampaknya cukup sepele, namun jika Anda mengalaminya, itu bisa jadi pengalaman yang menyakitkan sekaligus bikin frustasi. Artikel ini akan membahas apa yang sebenarnya jadi penyebab sembelit.

12

Hampir setiap orang pernah mengalami masa-masa susah buang air besar di suatu waktu selama hidupnya. Sembelit lebih sering dialami oleh orang tua dan meskipun biasanya tidak serius, sembelit tidak boleh dianggap remeh.

Sembelit terjadi ketika buang air besar menjadi sulit atau lebih jarang dari biasanya. Frekuensi normal BAB bervariasi dan tidak ada patokan waktu yang baku. Beberapa orang mungkin bisa BAB sampai 3 kali sehari, sementara yang lainnya hanya 1-2 kali dalam seminggu. Akan tetapi, lewat dari 3 hari tanpa BAB sudah dianggap tidak wajar. Setelah 3 hari, kotoran atau feses menjadi semakin keras dan lebih sulit untuk dikeluarkan.

Penyebab

  • Gaya hidup tidak sehat
    Penyebab paling umum, yang biasanya merupakan kombinasi dari kurangnya asupan cairan, kurangnya serat dalam makanan, kurangnya gerakan yang merangsang BAB.
  • Sindrom iritasi usus besar
    Penderita sindrom ini berganti-ganti mengalami sembelit dan diare.
  • Ketidak seimbangan elektrolit
    Defisiensi kalium (hipokalemia) dan kelebihan kalsium (hiperkalsemia).
  • Obat-obatan
    Sembelit dapat merupakan efek samping obat diare. Obat-obatan lain yang dapat menyebabkan sembelit adalah antidepresan, antikolinergik, antasid, psikotropika, kodein dan obat tekanan darah tinggi.
  • Penyumbatan oleh penyakit
    Divertikulitis, polip usus , fisura dan abses anus, ambeien/wasir , penyakit Crohn, kanker kolorektal.
  • Penyumbatan oleh gangguan saraf
    Misalnya diabetes, Parkinson , multiple sclerosis.
  • Gangguan hormonal
    Misalnya tiroid kurang aktif (hipotiroidisme), kehamilan.

Pencegahan

  • Mengonsumsi makanan yang gizinya seimbang dan mengandung banyak serat. Sumber serat yang baik ialah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, roti dan sereal gandum utuh. Asupan serat dan air yang memadai membantu usus mendorong feses keluar.
  • Minum air paling tidak 1,5 sampai 2 liter dalam sehari, kecuali Anda diharuskan untuk membatasi asupan cairan karena punya penyakit tertentu. Hindarilah konsumsi minuman berkafein yang bisa bikin dehidrasi sampai BAB kembali normal. Mungkin ada juga yang tidak boleh minum susu, karena produk susu tampaknya menjadi penyebab sembelit yang mereka alami.
  • Olahraga secara teratur.
  • Segera turuti dorongan untuk BAB dan sebisa mungkin tidak menundanya.