Hindari Kebiasaan Buruk agar Sehat Sampai Tua

Doktersehat.com – Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Kurangnya perhatian akan kesehatan tubuh sewaktu muda tidak menutup kemungkinan dapat memicu timbulnya penyakit pada saat usia Anda sudah tua. Kebiasaan kurang baik seperti minum alkohol dan seks bebas dapat menimbulkan masalah kesehatan tubuh kedepannya.

Sebaiknya hindari kebiasaan buruk di masa muda agar tetap sehat di usia tua. Seperti dilansir BestHealth. Berikut 5 kebiasaan di usia muda yang berisiko tehadap kualitas kesehatan di hari tua:

1. Merokok dan menggunakan ganja
Asap ganja mengandung hidrokarbon hingga 50 sampai 70 persen lebih banyak dari asap tembakau. Komponen asap ganja juga dapat menetap dalam paru-paru dalam waktu yang sangat lama, sehingga meningkatkan risiko kanker paru-paru di kemudian hari. Hindari merokok tembakau dan ganja untuk menjaga kesehatan paru-paru di usia tua.

2. Mengonsumsi minuman keras
Efek buruk minuman beralkohol dapat bertahan hingga Anda tua dan dapat mempengaruhi kesehatan Anda di kemudian hari. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 3.803 orang dewasa, mantan peminum minuman beralkohol lebih sering mengalami depresi, masalah jantung, bronkitis kronis, dan diabetes setelah usia 40 tahun.

3. Sering terbakar sinar matahari tanpa perlindungan
Tidak ada yang menyangka bahwa kesalahan di masa muda yang tidak melindungi kulit dari sengatan matahari dapat memiliki efek di usia tua. Hampir 80 persen kerusakan kulit akibat sinar matahari terjadi sebelum usia 18 tahun.

Semakin banyak paparan sinar matahari, akan semakin besar pula kemungkinan untuk memiliki keriput, bintik-bintik hitam, bercak-bercak, dan perubahan warna kulit di kemudian hari. Bahkan yang lebih serius adalah peningkatan risiko kanker kulit di usia tua.

Risiko kanker kulit atau melanoma akan meningkat sebesar 75 persen jika Anda melakukan tanning untuk menggelapkan kulit pada usia di bawah 35 tahun. Lindungi kulit Anda dari bahaya sinar matahari dengan menggunakan tabir surya sejak dini.

4. Gonta-ganti pasangan seks
Melakukan hubungan seks dengan beberapa orang atau bergonta-ganti pasangan tidak hanya meningkatkan risiko terhadap penyakit menular seksual, tetapi wanita juga dapat terancam kanker serviks.

Wanita yang memiliki banyak partner seks akan lebih besar kemungkinannya untuk mendapatkan HPV (human papillomavirus), yang dapat menyebabkan kanker serviks. HPV ini dapat dicegah dengan mendapatkan vaksin HPV dan hanya memiliki satu pasangan seks saja, yaitu suami atau istri Anda.

5. Tinggal di lingkungan yang udaranya sangat tercemar
Paru-paru anak jauh lebih rentan terhadap kerusakan akibat polusi udara dan rusaknya lapisan ozon tingkat tinggi daripada orang dewasa. Jika Anda tinggal di lingkungan yang kondisi udaranya sangat tercemar sejak kecil, kemungkinan untuk memiliki penyakit paru-paru di usia tua sangatlah besar.

Salah satu studi bahkan menunjukkan bahwa paparan polusi udara selama beberapa tahun dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 25 persen. Selain itu, menghirup udara yang telah tercemar polusi sama berbahayanya menghisap asap tembakau dari rokok.

Dari berbagai sumber