Hindari Hiperaktivitas pada Anak dengan Makanan Sehat Alami

DokterSehat.com– Hiperaktivitas pada anak ternyata berhubungan dengan kebiasaan atau pola makannya. Saat ini sebagian besar anak di dunia lebih banyak menyukai makanan junk food serta jenis makanan lain yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Hal inilah yang menyebabkan hiperaktif yang terjadi pada anak-anak mulai umur tiga tahun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Southampthon, USA pada 1800 anak telah disimpulkan bahwa makanan sehat saja tidak cukup untuk membantu mengatasi hiperaktivitas pada anak. Namun dengan menjauhkan mereka dari bahan aditif makanan, termasuk pewarna sintetis, pengawet, dan pemanis sintetis, dan menggantikannya dengan sayuran dan buah-buahan akan memiliki perilaku yang lebih jauh trekontrol.



Asupan sayur dan buah-buahan tentunya memberikan gizi dan energi tanpa menghasilkan efek samping hiperaktivitas. Jenis makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan magnesium seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, serta susu akan memberikan efek yang menenangkan pada tubuh.

Ada banyak jenis makanan yang sangat dianjurkan, antara lain:

Sayur-sayuran segar seperti seledri, paprika, kemang kol, dan wortel akan yang dimasak dengan bumbu-bumbu alami. Selain itu, dapat pula diolah dalam paduan untuk biskuit. Paling peting adalah dengan tidak memberikan makanan yang mengandung bahan pengawet.

Buah-buahan yang segar, kering, atau beku. Buah-buahan ini mengandung vitamin dengan kandungan gula alami. Simpan buah segar ke dalam kulkas, misalnya potongan buah apel atau pir, pisang, anggur tanpa biji, aprikot, potongan melon, jeruk, berry, dan plum. Buah-buah segar ini juga dapat dicelupkan ke dalam yogurt, atau sajikan campuran buah serta yogurt dengan es krim rendah lemak dalam gelas yang tinggi. Sedangkan buah kering yang baik untuk di simpan antara lain aprikot kering,buah berry atau cranberries, nanas, plum, kismis, apel cincin, serta 100 % sari buah asli. Dapat disajikan pula smoothis dengan campuran buah pisang atau buah beku dengan es, serta susu atau yogurt rendah lemak.

Baca Juga:  Tidur Lebih Cepat, Anak Pun Akan Menurunkan Resiko Terkena Obesitas

Makanan-makanan dengan kandungan protein dan rendah lemak. Bahan susu seperti yogurt rendah lemak yang disajikan dengan campuran keju, buah segar, dan satu sendok makan sari buah alami. Pilih keju alami yang merupakan jenis keju rendah lemak.

Selain itu kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, kenari, kacang mete serta biji-bijian adalah makanan dengan proten nabati yang sangat baik bagi tubuh. Jenis makanan berserat tinggi seperti oatmeal, tepung gandum, dan sereal juga dapat ditambahkan dalam sajian menu makan anak. Sedangkan pemilihan daging yang akan dikonsumsi, hindari daging olahan seperti pada burger, nuget, sosis, hot dog, serta ikan tanpa tulang. Pilih daging segar dan tanpa lemak, ikan bakar, dan dada ayam.

Sementara permen dengan kandungan gula, tidak sepenuhnya harus dihindari, namun bagi orang tua, pilihkan jenis permen yang tidak mengandung pengawet, pewarna makanan, serta kadar gula yang tinggi. Sedangakan pada coklat, pilihlah coklat hitam yang mengandung antioksidan, pilih dengan kadar gula yang rendah. Coklat yang juga mengandung kafein, sebaiknya dibatasi cukup 45 gram per hari. Anda pun dapat berkreasi dengan membuat kue dari bahan-bahan yang sehat seperti gandum dan kismis.

Beberapa jenis makanan berikut alangkah baiknya untuk dihindari seperti donat, kue kering, kue, dan permen yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Selain itu, hindari minuman yang mengandung gula dan aditif, seperti minuman buah dan soda pop.