Herpes Genital dan HIV Jika Terjadi Bersamaan – Gejala dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Herpes genital adalah suatu infeksi sangat menular yang biasanya menyebar melalui hubungan dengan orang dengan luka yang terinfeksi, tetapi juga dapat ditularkan melalui seks oral atau anal. Hal ini juga dapat menyebar bahkan ketika luka tidak terlihat.

doktersehat-hiv-aids-antibodi-obat

Memiliki herpes genital dapat meningkatkan risiko terkena HIV, virus penyebab AIDS, dan menyebabkan masalah serius pada orang yang telah terkena HIV.

Orang dengan herpes genital seringkali terinfeksi HIV selama berhubungan seksual. Ketika Anda mengalami peradangan, sistem imun akan mencoba mengobatinya, maka banyak sel imun yang terkumpul di daerah peradangan. Sel-sel tersebut adalah target dari virus HIV. Jika terdapat HIV di sperma, cairan vagina, atau darah, kontak dengan bagian herpes, risiko infeksi akan meningkat.

Efek Herpes Genital dan HIV

Virus HIV dan virus herpes genital merupakan suatu masalah yang berganda. Satu dapat memperburuk kondisi lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa ketika virus herpes aktif, maka virus HIV mampu menggandakan dirinya berlipat-lipat daripada biasanya (proses replikasi). Semakin banyak virus HIV bereplikasi, semakin banyak sel imun tubuh yang hancur, sehingga akan memicu AIDS (sindrom defisiensi imun akuisita).

Orang-orang dengan infeksi HIV dan herpes bersamaan, maka herpesnya akan berlangsung dalam durasi yang lebih lama, lebih sering, dan lebih berat karena terjadi kelemahan sistem imun sehingga imun tidak bisa melawan virus herpes sebagaimana orang sehat lakukan.

Tatalaksana Herpes Genital dan HIV

Lebih sulit untuk merawat herpes genital jika Anda memiliki HIV. Dosis obat antiviral yang lebih besar seringkali dibutuhkan untuk mengobati herpes pada orang dengan HIV. Dan juga, banyak orang dengan HIV memiliki strain virus herpes yang resisten (tahan) terhadap pengobatan antivirus standar.

Baca Juga:  Sifilis - Penyebab dan Tahap

Jika obat antiviral untuk herpes genital tidak bekerja dengan baik, dokter akan menguji virusnya untuk mendapatkan obat yang tepat, dan biasanya nanti obatnya diberikan melalui intravena (melalui pembuluh darah).