Hernia Inguinalis – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Hernia adalah suatu penonjolan dari organ ke tempat lain yang tidak semestinya dikarenakan kelemahan struktur penyangganya. Hernia sendiri memiliki bermacam-macam jenis, dimulai dari hernia skrotalits, hernia femoralis, hernia uncalis, dan lain-lain, dinamakan berdasarkan lokasinya.

doktersehat-hernia-inguinalis

Penyebab
Hernia inguinalis terjadi ketika suatu jaringan dari rongga abdomen (perut) mendorong melalui titik lemah di otot pangkal paha. Hal ini menyebabkan tonjolan di selangkangan atau skrotum.

Kebanyakan hernia inguinalis terjadi karena lubang di dinding otot area pangkal paha tidak menutup sebagaimana mestinya sebelum bayi dilahirkan sehingga meninggalkan daerah yang lemah pada otot perut. Tekanan pada daerah yang dapat menyebabkan jaringan untuk mendorong melalui dan menonjol keluar. Hernia dapat terjadi segera setelah lahir atau di kemudian hari.

Orang dewasa yang pada saat lahir normal dapat saja mengalami hernia jika kelebihan berat badan atau melakukan banyak kegiatan seperti mengangkat, batuk-batuk dalam jangka waktu lama, atau sering mengejan. Hernia lebih sering terjadi pada laki-laki. Seorang wanita bisa mendapatkan hernia saat dia hamil karena tekanan yang meningkat di dinding perutnya.

Gejala
Gejala utama dari hernia inguinalis adalah tonjolan di selangkangan atau skrotum. Hernia inguinalis sering terasa seperti benjolan bulat. Tonjolan dapat terbentuk selama beberapa minggu atau bulan. Atau mungkin muncul tiba-tiba setelah Anda telah mengangkat beban berat, batuk, membungkuk, tegang, atau tertawa. Hernia mungkin menyakitkan, tetapi beberapa hernia menyebabkan tonjolan tanpa rasa sakit.

Hernia juga dapat menjadi bengkak, nyeri, atau terbakar karena jepitan dari organ yang menonjol tersebut. Gejala-gejala ini akan membaik ketika penderita berbaring, dan mengangkat kakinya lebih tinggi daripada posisi kepala saat berbaring (posisi Tredlenburg).

Ketika penderita mengeluhkan nyeri tiba-tiba, mual, dan muntah, maka ini adalah tanda-tanda bahwa bagian dari usus telah terperangkap di hernia. Hubungi dokter jika hernia telah berkembang menjadi seperti itu. Itu adalah suatu tanda kegawatan dari hernia karena jika dibiarkan, maka usus akan kurang asupan oksigen dan darah sehingga akan terjadi nekrosis, disebut dengan hernia inkarserata (yang akan berujung pada kematian sel usus dan akhirnya usus akan membusuk).

Baca Juga:  Flu Babi/ Swine Flu (4) - Pertolongan Pertama

Pengobatan

  • Seorang dokter biasanya dapat mengetahui apakah seseorang memiliki hernia berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Tonjolan biasanya mudah dirasakan oleh penderita.
  • Hernia tidak akan sembuh dengan sendirinya. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengobati hernia. Operasi hernia ini disebut dengan herniotomi atau hernioraphy.
  • Jika hernia tidak mengganggu penderita, penderita kemungkinan besar bisa menunggu untuk menjalani operasi. Dalam beberapa kasus, hernia yang kecil dan tanpa rasa sakit mungkin tidak perlu dioperasi. Namun, jika penderita tetap menjalani rutinitas mengangkat beban yang berat, atau sering batuk-batuk dan mengejan, maka hernia dapat berkembang menjadi gejala yang parah seperti yang dijelaskan di atas.
  • Kebanyakan orang dengan hernia menjalani pembedahan untuk memperbaiki kondisi hernianya, bahkan meskipun hernia belum memberikan gejala yang parah. Hal ini untuk menghindari kegawatan pada hernia yaitu ketika bagian dari usus terjebak di dalam hernia (jepitan yang menyebabkan nekrosis usus).
  • Bayi dan anak-anak lebih mungkin untuk mengalami jepitan pada hernianya. Jika anak Anda memiliki hernia, ia akan memerlukan pembedahan untuk memperbaiki itu.
  • Hernia bisa mengalami kekambuhan. Untuk mengurangi kemungkinan bahwa ini akan terjadi, jaga berat badan agar tetap ideal, hindari mengangkat beban yang berat, hindari batuk dan mengejan, jangan merokok.

(dr. Ursula Penny)