Hernia Inguinalis – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Hernia-Inguinalis-doktersehat

Hernia inguinalis adalah suatu penonjolan dari organ dalam tubuh ke tempat lain yang tidak semestinya dikarenakan kelemahan struktur penyangganya. Hernia sendiri memiliki bermacam-macam jenis, dimulai dari hernia skrotalits, hernia femoralis hingga hernia uncalis. Penamaan hernia ini didasarkan pada letak lokasinya.

Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian dari usus keluar dari rongga perut melalui dinding bawah perut ke arah sekitar alat kelamin. Hal ini membuat munculnya benjolan pada kantung buah zakar (skrotum), yang dapat terasa sakit atau panas.

Untuk diketahui, hernia inguinalis dibedakan menjadi langsung atau tidak langsung. Hernia inguinalis langsung terjadi akibat melemahnya area inguinalis dan lebih umum pada pria berusia 40 tahun ke atas. Sedangkan hernia inguinalis tidak langsung disebabkan oleh melemahnya cincin inguinalis dalam.

Meski hernia inguinalis adalah suatu kondisi yang tidak berbahaya, kondisi ini berisiko mengarah pada komplikasi yang bisa membahayakan nyawa. Untuk menangani hernia inguinalis yang terasa sakit dan membesar, biasanya dokter akan menyarankan untuk operasi guna mengembalikan posisi usus dan menutup celah yang menyebabkan hernia tersebut.

Penyebab Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika suatu jaringan dari rongga abdomen (perut) mendorong melalui titik lemah di otot pangkal paha. Hal ini menyebabkan tonjolan di selangkangan atau skrotum.

Pada beberapa kasus, hernia inguinalis terjadi karena lubang di dinding otot area pangkal paha tidak menutup sebagaimana mestinya sebelum bayi dilahirkan, sehingga meninggalkan daerah yang lemah pada otot perut. Hernia dapat terjadi segera setelah lahir atau di kemudian hari.

Sementara orang dewasa yang pada saat lahir normal juga dapat mengalami hernia jika kelebihan berat badan atau melakukan banyak kegiatan seperti mengangkat, batuk dalam jangka waktu lama, atau sering mengejan. Meski penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki, seorang wanita bisa mendapatkan hernia saat dia hamil karena tekanan yang meningkat di dinding perutnya.

Gejala Hernia Inguinalis

Gejala utama dari hernia inguinalis adalah tonjolan di selangkangan atau skrotum. Hernia inguinalis sering terasa seperti benjolan bulat. Tonjolan dapat terbentuk selama beberapa minggu atau bulan. Bahkan, benjolan mungkin muncul tiba-tiba setelah Anda telah mengangkat beban berat, batuk, membungkuk, tegang, atau tertawa. Hernia mungkin menyakitkan, tetapi beberapa hernia menyebabkan tonjolan tanpa rasa sakit.

Hernia juga dapat menjadi bengkak, nyeri, atau menimbulkan sensasi terbakar karena jepitan dari organ yang menonjol. Gejala-gejala ini akan membaik ketika penderita berbaring, dan mengangkat kakinya lebih tinggi daripada posisi kepala saat berbaring.

Ketika penderita mengeluhkan nyeri tiba-tiba, mual, dan muntah, maka ini adalah tanda-tanda bahwa bagian dari usus telah terperangkap di hernia. Hubungi dokter jika hernia telah berkembang menjadi seperti itu.

Kondisi ini membuat usus akan kekurangan asupan oksigen dan darah, yang pada pada akhirnya akan menimbulkan nekrosis atau hernia inkarserata. Jika tidak segera ditangani, hal ini berujung pada kematian sel usus.

Dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami rasa sakit atau benjolan hernia berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap.

Pengobatan Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis bisa ditangani melalui prosedur operasi untuk mendorong kembali benjolan dan untuk menguatkan bagian-bagian yang lemah dari dinding abdomen. Prosedur ini akan dilakukan jika hernia menyebabkan gejala yang cukup parah dan jika muncul komplikasi yang cukup serius. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengobati hernia. Operasi hernia ini disebut dengan herniotomi atau hernioraphy.

Sementara itu, jika hernia tidak mengganggu penderita, prosedur operasi tidak harus dilakukan dengan segera. Dalam beberapa kasus, hernia yang kecil dan tanpa rasa sakit mungkin tidak perlu dioperasi. Namun, jika penderita tetap menjalani rutinitas mengangkat beban yang berat, atau sering batuk-batuk dan mengejan, maka hernia dapat berkembang menjadi gejala yang parah seperti yang dijelaskan di atas.

Meski begitu, banyak orang yang tetap melakukan operasi meskipun hernia belum menunjukkan gejala yang parah. Hal ini dilakukan untuk menghindari keparahan dari penyakit ini yaitu ketika bagian dari usus terjebak di dalam hernia, yang menyebabkan nekrosis usus.

Untuk diketahui, bayi dan anak-anak lebih mungkin untuk mengalami jepitan pada hernianya. Jika anak Anda memiliki hernia, ia memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kondisinya.

Sejumlah cara yang bisa Anda lakukan  untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hernia adalah, menjaga berat badan tetap ideal, hindari mengangkat beban yang berat, jangan terlaru sering mengejan dan merokok.  Dan yang terakhir, jaga kondisi tubuh agar Anda tidak mendapatkan sembelit. Makanlah makanan yang tinggi serat dan minum delapan gelas cairan perhari.