Ketahui Gejala Hepatitis, Penyebab, & Pengobatannya

Gejala Hepatitis adalah hal yang perlu diwaspadai.

Gejala hepatitis perlu diketahui untuk mencegah perkembangan penyakit hepatitis menjadi semakin parah. Hepatitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada hati. Sesuai dengan penyebabnya ada berbagai jenis hepatitis virus yaitu hepatitis A, B, dan C. Karena hepatitis terdiri dari beberapa jenis, penyakit ini memiliki gejala dan perawatan yang berbeda. Hepatitis adalah penyakit yang berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan, karena gejala hepatitis bisa berkembang menjadi kanker hati jika tidak ditangani dengan baik secara medis.

Kebanyakan orang yang terinfeksi hepatitis tidak yakin bagaimana mereka bisa mendapat penyakit ini. Terlebih, tidak semua penderita hepatitis akan mengalami gejala hepatitis yang sama dengan pasien yang lainnya. Penyakit hepatitis adalah penyakit yang berbahaya karena terkadang penderita hepatitis ini baru memahami bahwa dirinya terkena penyakit hepatitis ketika gejala hepatitis ini sudah masuk ke tahap kronis. Banyakya orang yang awam dengan gejala hepatitis ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari negara ASEAN dengan pengidap hepatitis tertinggi.

Penyebab hepatitis bisa dikarenakan oleh infeksi virus maupun bukan karena infeksi virus. Penyebab hepatitis A adalah virus hepatitis A. Penyebab hepatitis B adalah virus hepatitis B, penyebab hepatitis C adalah virus hepatitis C, penyebab hepatitis D adalah virus hepatitis D, sedangkan penyebab hepatitis E adalah virus hepatitis E. Apabila seseorang sudah terserang virus hepatitis, maka gejala yang muncul akan bervariasi. Namun, pada beberapa kasus hepatitis ini, gejala muncul bukan disebabkan karena infeksi virus, melainkan karena adanya reaksi autoimun maupun karena penderita terlalu banyak mengonsumsi alkohol maupun terpapar racun/bahan kimia yang merugikan.

Gejala Hepatitis – Hepatitis adalah Penyakit dengan Gejala Bervariasi

Gejala hepatitis bisa menjadi salah satu penanda seseorang perlu untuk memeriksakan dirinya ke dokter untuk menjalani pengobatan hepatitis. Tidak semua orang dengan hepatitis akan mengalami gejala hepatitis. Secara umum, bila gejala hepatitis terjadi pada penderita, hal itu akan menimbulkan:

  • Kehilangan selera makan.
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau nyeri sendi.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri di perut.

Untuk diketahui, hepatitis adalah penyakit yang menunjukkan gejala dengan tingkat bervariasi. Gejala bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang, antara lain:

  • Urin berwarna gelap.
  • Tinja berwarna terang.
  • Penyakit kuning (warna kuning pada kulit, telapak tangan, dan putih mata).
  • Perasaan gatal yang tidak spesifik.
  • Perubahan mental, seperti pingsan, menjadi linglung atau koma.
  • Pendarahan di dalam tubuh

Pengobatan Hepatitis

Pengobatan hepatitis dilakukan tergantung pada jenis hepatitis. Secara umum penderita hepatitis harus banyak istirahat, menghindari alkohol, dan minum obat untuk membantu meringankan gejala.

  • Transplantasi hati mungkin diperlukan pada kegagalan hati yang disebabkan oleh hepatitis B atau C.
  • Kebanyakan orang yang menderita hepatitis A dan E akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu.
  • Hepatitis B diobati dengan obat antivirus, seperti lamivudine dan adefovir dipivoxil. Hepatitis C diobati dengan kombinasi peginterferon dan ribovarin.

Hepatitis yang tidak mendapatkan perawatan yang baik akan dapat menyebabkan sirosis, yaitu suatu jaringan parut yang serius di hati yang bisa menyebabkan kanker hati. Kunjungi dokter ketika ada teman atau anggota keluarga yang memiliki penyakit ini. Ada risiko Anda bisa terinfeksi hepatitis. Seperti diketahui, hepatitis juga bisa disebabkan oleh infeksi, virus, bahan kimia, alkohol, penggunaan obat-obatan dan faktor lainnya.

Apakah Hepatitis Menyebar?

Penyakit hepatitis adalah infeksi peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Menerapkan kebersihan yang baik, termasuk sering mencuci tangan, adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari hepatitis. Lalu, apakah penyakit ini menular?

  • Hepatitis A

Sekitar 20.000 orang di Amerika Serikat mengalami hepatitis tipe ini setiap tahunnya. Virus hepatitis A ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi atau dari kontak seksual. Wabah hepatitis A juga dialami oleh beberapa mahasiswa IPB awal Desember tahun 2015 dan merenggut 1 nyawa. Karena strain virus ini sangat mematikan, penanganan yang terlambat bisa membahayakan nyawa seseorang.

Untuk diketahui, anak-anak yang mendapatkan hepatitis A sering kali tidak memiliki gejala, sehingga infeksinya tidak diketahui. Untungnya, anak-anak sekarang secara rutin divaksinasi terhadap hepatitis A.

Kebanyakan orang yang mendapatkan hepatitis A dapat sembuh sepenuhnya dalam waktu dua minggu sampai enam bulan. Virus hepatitis tipe ini juga tidak meninggalkan kerusakan hati. Dalam kasus yang jarang terjadi, hepatitis A bisa menyebabkan gagal hati hingga kematian.

  • Hepatitis B

Setiap tahun, sekitar 40.000 orang di Amerika Serikat terinfeksi hepatitis tipe ini. Hepatitis B akut berlangsung dari beberapa minggu sampai beberapa bulan. Banyak orang yang terinfeksi dapat menghilangkan virus ketika masih dalam fase akut.

Namun, beberapa orang juga mendapati virus tetap dalam tubuh sehingga mengalami infeksi hepatitis B kronis, yang merupakan kondisi yang serius dan tidak mampu disembuhkan. Hepatitis B kronis ini akan berkembang ke masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kerusakan hati, sirosis, gagal hati, dan kanker hati. Beberapa orang meninggal akibat penyakit ini.

Penyakit hepatitis dapat dicegah dengan cara menghindari faktor-faktor resiko dan cara penularan seperti telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, cara mencegah hepatitis yang paling efektif adalah melakukan imunisasi atau vaksinasi terhadap hepatitis.