Heboh Bazar Nike, Mengapa Orang Bisa Menjadi Buas Saat Ada Diskonan?

DokterSehat.Com– Belakangan ini berita media sosial dihebohkan oleh kasus ricuhnya bazaar sepatu bermerek Nike yang dilakukan di Mall Grand Indonesia pada tanggal 22 Agustus 2017 lalu. Kericuhan ini disebabkan oleh banyaknya orang yang berebut sepatu yang sedang dijual dengan diskon mencapai 90 persen ini. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa banyak orang yang cenderung berubah menjadi buas saat melihat barang diskonan?



James Mourey, salah seorang ahli konsumen yang berasal dari Driehaus College of Business yang ada di DePaul University, Chicago, Amerika Serikat menyebutkan bahwa pada dasarnya, manusia bisa merasakan banyak hal saat sedang berbelanja, termasuk kegembiraan psikologis. Saat melihat barang yang didiskon atau berbagai benda yang disukai lainnya, maka bagian otak yang menjadi pusat penghargaan bernama nucleus accumbens menjadi lebih aktif. Sebaliknya, jika kita melihat harga sebuah benda sangat mahal dan tidak wajar, bagian insula yang memproses rasa sakit pada otak justru akan aktif.

Jika kita melihat produk yang didiskon besar-besaran, maka bagian nucleus accumbens ini akan aktif dan membuat mereka ingin merasakan sensasi kepuasan dengan mendapatkan barang diskonan tersebut.

Pakar psikologi sosial bernama Laura Brannon dari Kansas State University menyebutkan bahwa kebanyakan diskon besar-besaran memiliki waktu yang terbatas sehingga membuat banyak orang ingin segera mendapatkan barang yang diinginkan pada saat itu juga. Karena tidak ingin sampai kehabisan barang, maka mereka pun akhirnya menjadi buas dan tidak terkendali. Sayangnya, kebanyakan penyedia barang diskonan memang sengaja memakai kata “persediaan terbatas” atau hanya menyediakan diskonan ini pada waktu tertentu saja dengan harapan barang yang dijajakan bisa segera habis.

Sebenarnya, orang-orang yang berdesak-desakan demi mendapatkan sepatu diskonan ini tahu jika mereka sebenarnya sedang dimanipulasi, namun, karena adanya keinginan untuk mendapatkan benda yang diinginkannya, maka kondisi ini akan membuat mereka menganggap segala kebuasan yang mereka lakukan ini sebagai hal yang biasa saja.