Hati-Hati, Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula Bisa Mempengaruhi Otak

DokterSehat.Com – Telah banyak sekali ditemukan informasi mengenai dampak buruk konsumsi makanan manis-manis yang biasanya kaya dengan kandungan gula bagi tubuh kita. Padahal, makanan dengan kandungan gula biasanya akan terasa sangat enak dan bahkan bisa membuat ketagihan. Pakar kesehatan menekankan bahwa jika kita mengkonsumsi makanan dengan kandungan gula secara berlebihan, maka kita pun beresiko mendapatkan masalah obesitas. Bahkan, baru-baru ini ditemukan sebuah fakta mengejutkan dimana makanan yang kaya dengan kandungan gula ternyata bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan otak. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-gula-manis-cokelat-food-craving

Penelitian tentang korelasi kandungan gula dan kesehatan otak dilakukan oleh University of New South Wales di Australia. Hasil penelitian ini menunjukkan jika anak-anak banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula setiap hari ternyata beresiko mengalami perubahan pada bagian otak yang disebut dengan hippocampus. Hippocampus sendiri adalah bagian otak yang mengedalikan stress dan juga memori. Dengan adanya perubahan pada hippocampus, anak pun beresiko mendapatkan stress sejak dini.

Penelitian ini menggunakan objek berupa dua jenis tikus dimana salah satu tikus sudah mengalami stress namun tidak diberi asupan gula sama sekali dan tikus lainnya sebenarnya tidak mengalami stress namun terus diberi asupan gula setiap hari. Hasilnya adalah, bagian hippocampus pada kedua jenis tikus ini berada dalam kondisi yang sama persis! Hal ini berarti asupan gula yang berlebihan ternyata berpengaruh langsung pada kondisi stress pada manusia. Adanya fakta ini membuat pakar kesehatan dari Australia menekankan masyarakat untuk segera mengurangi asupan gula per hari mengingat dampaknya kini tidak lagi berpengaruh pada fisik, namun juga kesehatan mental.

Dalam sehari, konsumsi gula yang diyakini masih cukup aman adalah 50 gram gula atau sekitar empat sendok makan saja. Sayangnya, kadang kala kita tidak bisa mengukur berapa banyak kandungan gula dari jajanan atau makanan yang kita beli di toko-toko. Kita tentu harus lebih selektif pada jajanan-jajanan apa yang kita atau anak-anak konsumsi setiap hari dan sebaiknya mulai mengajari anak untuk mengurangi makanan yang terasa manis agar dampak buruk asupan gula ini bisa ditekan.