Hati-hati Tahi Lalat Bisa Berubah Menjadi Kanker

DokterSehat.Com – Tahi lalat, bawaan lahir ini bisa menjadi pemanis atau ciri khas seseorang. Lihat saja aktor Rano Karno yang identik dengan tahi lalat di dagunya atau penyanyi Ita Purnamasari dengan tahi lalat di dekat matanya. Jadi, tak heran bila beberapa orang merasa bangga dengan tahi lalat yang menjadi ciri khas mereka. Meski begitu, perlu diketahui bahwa tahi lalat ternyata juga bisa menjadi pertanda awal munculnya kanker kulit.

3

Pada dasarnya tahi lalat tidaklah berbahaya, tapi ada kemungkinan tahi lalat berubah menjadi melanoma, yakni kanker kulit yang paling serius akibat penyebarannya yang pesat. Hal inilah yang mendasari betapa pentingnya mengetahui gejala awal perubahan tahi lalat menjadi  melanoma.

Tanda melanoma

Melanoma bisa muncul di seluruh bagian tubuh, tapi tempat yang paling sering ditemukan adalah di kaki, pantat, punggung, leher, kulit kepala, dan belakang telinga. Waspadai bila tahi lalat Anda mengalami perubahan seperti berikut ini :

Gatal dan menyakitkanPerdarahan spontanterjadi perubahan warna, terutama bila menjadi gelap atau belang membesar dan berubah bentuk menjadi tidak teratur terutama di sekitar pinggir perubahan warna kulit sekitar tahi lalat.

Segera konsultasikan ke dokter kulit bila tahi lalat Anda menunjukkan gejala seperti di atas.

Tahi lalat yang beresiko

Berikut ini beberapa tahi lalat yang berisiko lebih besar menjadi kanker :

Tahi lalat besar bawaan lahir.Bentuk tahi lalat tidak teratur dan besar. Tahi lalat jenis ini pusatnya berwarna coklat gelap dan terang dengan perbatasan tidak merata.Jumlah tahi lalat sekitar 20 atau lebih.

Diagnosis melanoma

Seseorang dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami melanoma sebelumnya lebih berisiko terkena penyakit ini. Dokter akan melakukan pembedahan kecil dengan mengambil sebagian jaringan tahi lalat bila seseorang dicurigai menderita melanoma.

Baca Juga:  Cara Menurunkan Berat Badan Menggunakan Kelapa

Operasi

Proses menghilangkan tahi lalat yang kecil dan tidak berbahaya bisa dilakukan dengan memberikan gas cair untuk membekukan atau dengan mengoleskan zat yang memiliki efek yang sama.

Pembedahan atau operasi akan dilakukan untuk membuang lesi yang lebih besar. Selama proses operasi pasien akan diberikan bius lokal atau bius total jika pengambilan tahi lalat memakan waktu yang lama. Pembedahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan laser tanap dideri bius karena selama proses operasi pasien hanya merasa seperti kesemutan.

Pengambilan tahi lalt tidak memiliki efek samping, hanya saja pemebedahan akan meninggalkan bekas luka permanen bila lesi cukup besar. Tahi lalat biasanya tidak tumbuh kembali setelah diangkat.