Hati-Hati, Stress Kronis Bisa Berlanjut Menjadi Masalah Alzheimer

DokterSehat.Com – Stress kronis adalah salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat modern. Tanpa kita sadari, masyarakat yang tinggal di kota besar dengan tingkat mobilitas yang tinggi ternyata beresiko mendapatkan masalah stress kronis yang sangat besar. Kemacetan yang harus dihadapi setiap hari ditambah dengan tekanan kerja yang sangat tinggi bisa menyebabkan stress dan jika hal ini terjadi selama bertahun-tahun, maka stress bisa berlanjut ke tingkat yang sangat kronis. Selain tidak baik untuk kesehatan mental, stress kronis diyakini juga memiliki kaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan layaknya depresi dan juga alzheimer.

doktersehat-gangguan-kecemasan-kepribadian-menghindar

Saat seseorang menderita stress kronis, otak ternyata ikut mengalami kerusakan pada bagian otak yang mengendalikan respon emosional, daya ingat, hingga cara berpikir. Hal ini diungkapkan oleh dr Linda Mah yang beraasl dari Baycrest Center for Geriatric Care, Toronto, Kanda. Beliau menambahkan jika stress kronis akan menyebabkan degenerasi struktural dan membuat hippocampus dan juga korteks prefrontal pada otak mengalami gangguan fungsi. Jika bagian otak ini mengalami masalah, maka resiko mendapatkan depresi, demensia, atau alzheimer pun meningkat dengan signifikan.

Linda Mah mendapatkan fakta ini dari penelitian yang dilakukan yang mencari hubungan antara sterss kronis dengan sirkuit saraf yang berkaitan erat dengan rasa cemas dan takut pada bagian otak yang disebut sebagai hippocampus, PFC, dan juga amigdala. Pada penelitian ini, ditemukan fakta bahwa stress kronis akan memicu bagian amigdala yang berkaitan erat dengan respons emosional akan cenderung lebih aktif dan bagian PFC juga mengalami penurunan keaktifan. Sayangnya, reaksi emosional pada penderita stress kronis bisa berlangsung terus-menerus dan mengingat banyak masyarakat modern yang mengalaminya karena kehidupan sehari-hari, maka bagian otak pun akan semakin mengalami kerusakan. Selain itu, sistem kekebalan tubuh, sistem metabolisme tubuh, dan sistem kardiovaskular juga akan ikut mengalami kerusakan.