Hati-hati pada Jamur Kuku

DokterSehat.Com – Masalah pada kuku merupakan masalah yang sangat sensitif karena sangat mengganggu tertutama saat dilihat karena berkaitan dengan kosmetika tubuh seseorang. Masalah yang paling sering terjadi pada kuku dan biasanya sangat membandel adalah karena infeksi jamur pada kuku. Jamur kuku dalam dunia medis disebut onikomikosis. Onikomikosis adalah infeksi kuku yang disebabkan jamur dengan berbagai golongan jamur diantaranya golongan dermatofita, non dermatofita atau yeast. Tetapi 80-90% onikomikosis disebabkan oleh dermatofita.

doktersehat-kulit-tangan-halus-kesehatan-skin-Eksim-Nummular-Dermatitis-Erisipeloid-Eritema-Nodosum-ichtyosis-lamellar-panu

Jamur kuku jarang memberikan keluhan pada penderita, sehingga penderita baru datang berobat apabila kukunya telah rusak dan mengganggu secara kosmetik. Penyakit ini terdapat diseluruh dunia, angka kejadiannnya terus meningkat. Di Inggris misalnya, 2,8 % pada laki-laki dan 2,6 % perempuan terkenan jamur kuku. Kejadian jamur kuku juga meningkat pada anak-anak, diperkirakan sekitar 20 % dari mikosis superfisial yang didiagnosis pada anak. Di Indonesia angka pasti kejadian penyakit ini belum pernah dilaporkan. Hasil penelitian penderita onikomikosis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah Denpasar selama periode Januari 2006 hingga Desember 2008 berjumlah 12.574 orang, diantaranya didapatkan penderita onikomikosis 67 orang (0,53%) dari jumlah tersebut didapat penderita laki-laki 29 orang (43,28%) dan penderita perempuan sebanyak 38 orang (56,72%).

Bagian kuku yang tumbuh memanjang disebut matriks. Matriks merupakan pusat pertumbuhan kuku. Kuku tangan tumbuh lebih cepat  dari kuku kaki, yakni sepanjang 2-3 mm perbulan, sedangkan kuku kaki 1 mm perbulan. Diperlukan waktu 100 sampai 180 hari (6 bulan) untuk mengganti satu kuku tangan dan sekitar 12-18 bulan untuk satu kuku kaki. Kecepatan pertumbuhan kuku menurun pada penderita penyakit pembuluh darah perifer dan pada usia lanjut.

Penularan dapat terjadi akibat kontak langsung dengan sumber penularan, iklim yang panas dan lembab, kebiasaan memakai sepatu tertutup dan sempit, kurangnya kebersihan, trauma berulang pada kuku, dan gangguan imunitas merupakan faktor penyebab terjadinya kelainan kuku akibat jamur. Hal lain yang menyebabkan tingginya prevalensi onikomikosis pada usia tua disebabkan oleh gangguan ginjal, diabetes, antibiotik jangka panjang, serta berkurangnya kemampuan untuk menjaga kebersihan diri.  Hal ini berbanding terbalik dengan anak-anak. Pertumbuhan kuku yang lebih cepat, permukaan kuku yang lebih kecil merupakan faktor penting mengapa jamur kuku jarang pada anak-anak.

Baca Juga:  Manfaat Pijat Bagi Organ Vital

Gambaran jamur kuku yang khas dapat dijumpai lempeng kuku bagian ujung berwarna kuning atau putih. Hal ini terjadi hiperkeratosis pada bagian permukaan kuku yang dapat menyebabkan onikolisis (terlepasnya lempeng kuku dari nail bed) dan terbentuknya ruang berisi debris (sisa infeksi) berupa celah yang menjadi “mycotic reservoir” bagi infeksi sekunder oleh bakteri. Hal ini sering dijumpai apabila proses ini berlanjut dan terinfeksi bakteri maka akan timbul nanah.

Penatalaksanaannya untuk kasus ini adalah segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah ini termasuk jamur kuku atau tidak dan apakah sudah terdapat infeksi sekunder atau tidak. Pengobatannya berupa anti jamur yang diminum dan diberikan secara topical. Pada beberapa kasus yang parah maka anti jamur yang diberikan juga khusus. Dan diperlukan antibiotik apabila sudah terdapat infeksi sekunder.