Hati-Hati, Overprotektif Tidak Baik Untuk Anak!

DokterSehat.com – Sebagai orangtua wajar saja bila Anda ingin memberikan perlindungan maksimal kepada anak. Mengingat makin banyaknya pelaku kejahatan yang mengincar anak-anak membuat orangtua kian was-was meninggalkan anak pergi sendirian. Sehingga beberapa orangtua rela mengawasi setiap gerak-gerik anak demi menjaga keselamatannya. Namun, ternyata sikap overprotektif  dari orangtua bisa berdampak buruk pada anak.



Sikap overprotektif  yang ditunjukkan orangtua dapat membuat anak menjadi tidak mandiri, pola asuh seperti itu juga dapat membuat anak rentan menjadi korban bullying.

Akan tetapi bukan berarti pola pengasuhan yang keras dan tidak peduli bisa menghindarkan anak dari bullying. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola pengasuhan seperti itu juga berisiko meningkatkan kecenderungan anak menjadi korban bullying.

Penerapan pola asuh yang keras dan tidak peduli akan lebih mempengaruhi anak untuk menjadi pelaku maupun target bullying. Anak akan meniru sikap kasar orangtua dengan mem bully  orang lain. Pola asuh ini lebih membahayakan mental anak sehingga anak tidak hanya menjadi korban bully tapi juga berisiko menjadi pelaku bully.

Lalu bagaimana pola asuh yang tepat? Para ahli menyarankan untuk menerapkan pola asuh yang hangat tapi tegas.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Warwickb di Inggris diketahui bahwa pengawasan, keterlibatan, dan dukungan dari orangtua memang dibutuhkan untuk menekan risiko anak terlibat bully, tapi sayangnya perlindungan yang berlebihan dari orangtua akan meningkatkan risiko ini.

Pada dasarnya anak membutuhkan dukungan, tapi beberapa orangtua yang terlalu protektif justru membuat anak menjadi terpacu untuk belajar hal negatif seperti bully.

Sikap protektif  berlebihan dari orangtua dapat membentuk pribadi anak yang tidak tegas sehingga mudah dijadikan korban bully. Bahkan, bisa jadi anak menjadi pelaku bully.

Baca Juga:  Penyakit Yang Sering Diderita Anak Perempuan Usia Remaja

Menurut para ahli, anak yang diasuh dengan menerapkan aturan yang jelas tentang perilaku serta orangtua yang memberikan dukungan dan bersikap lebih hangat dengan anak akan menghindarinya dari perilaku kekerasan terhadap temannya.

Pada pola asuh seperti ini biasanya orangtua akan membiarkan anak menyelesaikan sendiri konflik yang dialami sehingga anak terbiasa memecahkan masalah sendiri  tanpa perlu campur tangan orangtua dalam setiap pertengkaran kecil yang dialami anak.

Bullying tidak hanya terjadi di sekolah. Anak bisa melakukan tindakan bully akibat meniru perilaku keluarganya. Orangtua memiliki peran penting dalam memberikan teladan kepada anaknya. Berikan contoh sikap yang mencerminkan kasih sayang, kehangatan, dukungan, dan komunikasi.