Hati-Hati Gangguan Haid Pada Wanita

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Doktersehat.com – Ada umumnya setiap perempuan akan mengalami haid atau menstruasi. Haid yang pertama kali (menarche) pada usia 10 – 14 tahun, selanjutnya akan dialami seorang perempuan sampai menopause pada usia 50-an tahun. Dalam periode waktu tersebut, mulai dari menarche sampai menopause, seseorang dapat mengalami gangguan haid atau dalam terminologi medis saat ini disebut sebagai perdarahan uterus abnormal.

Gangguan haid seringkali terjadi pada sebagian wanita. Haid bisa datang dua kali dalam sebulan, namun di bulan-bulan berikutnya tidak haid.Dapat juga haid normal namun menderita sakit yang luar biasa. Padahal seharusnya haid datang tanpa mengganggu.

Haid adalah darah kotor dan selaput lendir rongga rahim yang terlepas dengan sendirinya akibat perubahan kadar hormon estrogen dan progesterone, yang akan keluar dari rahim melalui liang vagina. Selaput lendir yang lepas tersebut akan diubah oleh zat yang terkandung di dalamnya menjadi lendir. Pembuluh darah di bagian dasarpun akan terkelupas sehingga terbuka, dan darah mengalir ke luar. Kadang-kadang karena sesuatu, selaput lendir belum sempurna menjadi lendir karena misalnya selaput lendir yang terlalu tebal, sehingga darah haid yang keluar akan bergumpal-gumpal. Setelah haid selesai, akan tumbuh selaput lendir baru yang akan terus berkembang hingga mencapai tingkat ketebalan tertentu. Haid akan berlangsung selama beberapa hari, berhenti selama beberapa minggu, dan kembali lagi seterusnya sampai wanita mengalami menopause.

Siklus haid yang normal adalah jika seorang wanita memiliki jarak haid yang setiap bulannya relatif tetap yaitu selama 28 hari. Jika meleset pun, perbedaan waktunya juga tidak terlalu jauh berbeda, tetap pada kisaran 20 hingga 35 hari , dihitung dari hari pertama haid sampai bulan beriutnya. Lama haid dilihat dari dasah keluar sampai bersih, antara 2 – 10 hari. Darah yang keluar dalam waktu sehari belum dapat dikatakan sebagai haid. Namun bila telah lebih dari 10 hari, dapat dikategorikan sebagai ganguan. Jumlah darah haid yang lkeluar perhari adlah 60 – 80 cc, atau tidak lebih dari 5 pembalut yang terisi penuh.

Ketidakteraturan siklus haid disebabkan karena gangguan hormon dalam tubuh. Atau bisa juga terjadi karena penyakit di dalam organ reproduksi, contohnya tumor rahim, tumor di indung telur. Selain itu gangguan haid disebabkan juga karena faktor lainnya seperti stres, kelelahan,dan penggunaan kontrasepsi.

Tingkat kesuburan seorang wanita dapat dilihat dari ada tidaknya produksi sel telur dalam tubuh. Seorang wanita dikatakan subur jika ia mampu memproduksi sel telur sebulan sekali, mematangkan telur, dan mengeluarkan telur yang masih setengah matang dari indung telur. Pematangan sel telur dan keluarnya sel telur dari indungnya merupakan kerjasama dari otak, indung telur, dan kelenjar buntu di otak yang disebut sebagai hipofisis. Hipofisis mengeluarkan hormone gonadoptropin yang terdiri dari hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone). Hormon FSH memiliki fungsi mempercepat pematangan telur, sedangkan LH menyempurnakan proses pematangan telur hingga dapat mendekati permukaan indung telur untuk dilepas. Jika tidak terjadi pembuahan dalam waktu 24 jam, sel telur ini akan mati.

Setiap gangguan pada hormon FSH dan LH tidak akan menyebabkan terbentuknya sel telur. Jika demikian, hormon estrogen dan progesteron juga tidak akan terbentuk sebagaimana seperti seharusnya.

Siklus haid yang tidak teratur kebanyakan terjadi akibat faktor hormonal. Seorang wanita yang memiliki hormon estrogen dan progesterone secara berlebihan memungkinkan terjadinya haid dalam waktu yang lebih cepat. Jika gangguan haid dikarenakan oleh faktor hormonal, maka dapat dipastikan wanita tersebut mengalami gangguan kesuburan. Dan dapat diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur.

 Gangguan haid karena penyebab kelainan nonorgan, diantaranya koagulopati, yaitu adanya gangguan fungsi pembekuan darah, yang menyebabkan darah sulit membeku. Yang paling sering adalah penyakit Von Willebrand. Ada juga disfungsi ovulasi, yaitu gangguan kesuburan yang dapat menyebabkan gangguan hormon sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan dalam jumlah yang bervariasi dan dapat terjadi setiap saat. Manifestasi kelain-an ini dapat berupa haid yang jarang, perdarahan ringan (flek-flek) maupun perdarahan yang banyak. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan adanya gangguan ovulasi atau kesuburan adalah: stress fisik/psikis yang berat, sindroma ovarium polikistik, obesitas, hiper/hipotiroid, anoreksia. ”Penyebab lainnya adalah kelainan endometrium, yang terjadi pada lapisan dalam rahim yang bersifat lokal. Umumnya terjadi pada siklus menstruasi yang normal. Kelainan ini disebabkan antara lain: infeksi, kelainan hemostasis lokal. Dan yang terakhir adalah kelainan yang disebabkan karena penggunaan obat-obatan seperti penggunaan kontrasepsi hormonal, penggunaan IUD (spiral).

Penggunaan hormon serta alat medis dapat menyebabkan adanya gangguan terhadap endometrium, gangguan hemostasis local, serta dapat mengganggu terjadinya ovulasi,” terangnya. Gangguan haid disebabkan oleh keadaan yang bervariasi, dapat disebabkan oleh kelainan yang bersifat ringan sampai dengan kelainan yang serius seperti kanker, sehingga jika seorang perempuan mendapatkan gangguan haid sebaiknya segera berkonsultasi pada pihakpihak yang berkompeten, sehingga segera diketahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber : dechahare.com

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Ipeh

    Dok saya mau nanya. Saya haid pertama umur 14 tahun dan sampe sekarang umur saya 19 tahun. Haid saya seLama itu gak pernah normaL. Kadang sebuLan sekaLi, kadang sebuLan 2x dengan masa haid sekitar 7-8 hari. Saya sering sekaLi mengaLami kecokLatan dok. Itu kenapa yah? Ini saya datang buLan hanya seLisih 15 hari. Bes tuh datang Lagi dan yang keLuar bukan darah namun gumpaLan cokLat. Apa penyebabnya dok. Terima Kasih dok.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      Bisa karena hormon yg belum seimbang. Bilsa sudah menahun, sebaiknya periksakan dulu ke dokter spesialis kandungan. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. Tyas

    Malam dokter maaf mengganggu, saya umur 24 tahun, terakhir sama haid itu sekitar 2 tahun yg lalu itupun dalam keadaan stress, saya pertama kali haid itu saat umur sekitar 14-15 tahun dok, jadi masih normal-normal saja, tapi semenjak memasuki umur 17-18 haid saya menjadi tidak normal sampai tidak haid sama sekali, dan terakhir haid itu sekitar 2 tahun yang lalu,, Saya sudah periksakan ke dokter-dokter kandungan. Dan hasilnya memang keadaan rahim baik-baik saja, hanya hormon laktasi saya tinggi dok. Dan dokter-dokter sudah mewanti-wanti bahwa jika saya tidak haid dengan normal kembali bisa kemungkinan saya mengalami tumor otak dok. Saya memang termasuk obesitas dok, tapi gula darah saya normal-normal saja. Jadi solusi dari dokter seperti apa dokter, terima kasih sebelumnya dokter.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. lili

    Dok saya mau tanya, sblum saya datang bulan di april lalu saya pernah melakukan petting sama pacar saya tapi tidak sampai masuk hanya sampai bagian depan saja Kmdian di tangga 30 april saya datang bulan hingga 6 mei lalu. Seharusnya saya mens di bulan ini sekitar di tanggal 25an krna siklus mens saya selalu maju bbrpa hri dr bulan sblumnya dan selama menuju mens saya tidak pernah merasakan adanya tanda2 mw dtng bulan . Namun sdh hampir seminggu ini saya selalu merasa sakit di bagian punggung dan badan saya mengalamin kenaikan suhu (remang2) hingga saat ini. Yg mw sya tnyak apakan yg sya rsakan ini tnda mau dtng bulan atau tanda kehamilan. Krna sejak setelah dtng bulan trakhir di tgl 30 april itu kami tidak perng melakukan petting lagi.
    Mohon infonya yah dok.

    thanks

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. solikhah

    dokter saya mau tanya… saya haid bulan kemarin tanggal 6 mei 2015, tapi sampai sekarang saya belum haid…
    itu kenapa ea? apakah normal?
    mohon penjelasannya

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. indah

      Dok saya umur 13 tahun dan saya belum haid tetapi saya mengeluarkan lendir bewarna hitam

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. Desy ratna ningsih

    dok saya mau tanya umur saya 12 tahun,,,teman-teman di sekolah saya sudah pernah menstruasi tapi kenapa saya belum ya dok

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      masa menarkhe berbeda2 pada setiap orang, semua tergantung dari hormonal. trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. ruby

    ddokter…siklus saya setiap bulan teratur,,, tapi saya darah haid saya tidak keluar sebagaimana mestinya,,, yg saya rasakan setelah penebalan dindind rahim dan payudara sakit ( gejala pms) setelah mereda gejala pms itu darah haid saya tidak keluar,,, hanya keputihan n sedikit spot coklat,,,. menurut dokter bagaimana mengatasinya,,, saya ingin segera haid dengan lancar agar saya bisa hamil,,, sudah hampir 3 tahun saya menikah tapi tak kunjung hamil.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. sari

    Dok,,mau tanya ni,,ank saya hait pertama usia 11thun,,pda awal puasa kemaren,,tapi sampe hari ini belum haid lg,ap itu normal,mohon solusinya,mksih.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. obat darah

    When evaluating your options, take into account not solely premiums but
    also deductibles and coinsurance for drugs and different well being
    care.

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Leave a Comment