Haruskah Kita Benar-Benar Mengunyah Makanan 32 Kali?

DokterSehat.Com– Kita tentu kerap mendengar saran dari orang tua untuk mengunyah makanan sebanyak 32 kali sebelum kita telan. Hanya saja, hal ini tentu akan membuat makan menjadi terlalu lama. Sebenarnya, apakah kita memang harus benar-benar mengunyahnya sebanyak itu?

doktersehat-diabetes-makan-nanas

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mengunyah makanan cukup lama hingga makanan menjadi lembut memang sangat baik bagi saluran pencernaan. Hanya saja, kita ternyata tidak perlu mengunyahnya hingga benar-benar 32 kali. Jika kita melakukannya, makanan akan menjadi sangat lembut namun rasanya menjadi lebih hambar dan membuat kita enek atau ingin memuntahkannya. Lantas, seberapa banyak kita sebaiknya mengunyah makanan?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa 10 hingga 12 kali mengunyah untuk sekali suapan dianggap cukup ideal bagi saluran pencernaan kita. Dengan mengunyah makanan sebanyak itu, maka makanan bisa dipecah menjadi partikel yang lebih kecil. Tak hanya itu, makanan juga akan sempat mengalami kontak dengan air liur sehingga akan lebih mudah memasuki saluran pencernaan.

Enzim di dalam air liur juga berkontribusi dalam memecah ikatan kimia pada makanan yang kita konsumsi dan hal ini ditandai dengan perubahan rasa makanan menjadi sedikit lebih asam. Saat makanan mulai berubah menjadi asam atau kita tak lagi bisa membedakan campuran rasa dari beberapa makanan yang kita konsumsi di dalam mulut, saat itulah kita mulai bisa menelan makanan.

Jika kita mengunyah makanan terlalu cepat atau bahkan tidak sempat mengunyahnya, maka hanya sedikit enzim pemecah molekul makanan yang ikut masuk ke dalam saluran pencernaan dan hal ini tentu akan menurunkan penyerapan nutrisi makanan. Tak hanya itu, makan terlalu cepat juga tidak akan memberikan kesempatan bagi otak untuk mendapatkan sinyal kenyang sehingga kita pun akan beresiko mengkonsumsi makanan dengan porsi yang berlebihan. Padahal, jika hal ini terjadi, resiko terkena obesitas juga akan meningkat.