Hari Osteoporosis Dunia, Ada Baiknya Kita Lebih Mengerti Mengapa Tulang Wanita Lebih Mudah Untuk Keropos

DokterSehat.Com – 20 Oktober 2016 diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Kita pun harus lebih mewaspadai penyakit yang bisa membuat tulang keropos di usia tua ini. Penyakit osteoporosis sendiri cenderung lebih kerap menyerang wanita jika dibandingkan dengan pria. Data dari WHO sendiri menyebutkan jika 68 persen penderita osteoporosis adalah wanita dimana 1 dari 5 wanita dengan usia di atas 45 tahun memiliki resiko terkena penyakit ini. Apa sebenarnya penyebab wanita cukup rentan mengalami masalah pengeroposan tulang ini?

doktersehat-kelainan-tulang-kurva-skoliosis

Pakar kesehatan dr. Cindiawaty Pudjiadi, Sp.GK menyebutkan jika ada banyak faktor yang menyebabkan wanita rentan terkena masalah pengeroposan tulang. Namun, secara umum, pria memang dilahirkan dengan kondisi memiliki simpanan mineral pada tulang yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Hal ini membuat pria cenderung lebih sedikit kehilangan massa tulang jika dibandingkan dengan wanita. Selain itu, wanita juga mengalami berbagai siklus kehidupan yang bisa membuat mereka lebih rentan terkena masalah kehilangan kepadatan tulang. Sebagai contoh, saat menjelang fase menopause, hormone estrogen yang memiliki peran besar dalam menjaga kekuatan tulang justru mengalami penurunan produksi dengan signifikan. Selain itu, proses kehamilan dan menyusui ternyata juga membuat tubuh wanita mengambil kandungan kalsium dari tulang tubuhnya.

Adanya berbagai faktor ini membuat wanita sebaiknya lebih baik dalam menjaga kesehatan tulang, khususnya dalam menjaga kadar kalsium dalam tulangnya tetap dalam kondisi yang baik. Andai hal ini tidak dilakukan, maka dikhawatirkan tulang menjadi semakin melemah dan resiko terkena patah tulang meningkat tajam.

Dr. Cindiawaty pun menyarankan wanita untuk memperbanyak asupan vitamin D dengan cara berjemur sinar matahari secara rutin, berolahraga, meminum susu dengan rutin, hingga mengkonsumsi berbagai makanan yang kaya akan kandungan kalsium. Dengan melakukan hal ini, diharapkan resiko terkena masalah osteoporosis di masa tua bisa menurun dengan signifikan.