Hamil di Usia Remaja Ternyata Sangat Berbahaya

DokterSehat.Com – Meskipun telah banyak dilakukan sosialisasi oleh berbagai kalangan masyarakat dan pemerintah, masih banyak pasangan remaja yang menikah dalam usia dini. Pernikahan yang terjadi pada usia remaja, dalam beberapa daerah bahkan seringkali pasangan masih belum layak mendapatkan KTP karena belum cukup umur, ternyata bisa memberikan dampak kesehatan yang buruk, khususnya jika sang wanita mengalami kehamilan. Berikut adalah beberapa resiko yang didapatkan para remaja jika mengalami kehamilan.

shutterstock_313263605 copy

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan fakta mengejutkan dimana 10 persen dari jumlah remaja total berusia 15-19 tahun sudah menjadi ibu. Usia tersebut tentu sangatlah muda mengingat wanita dalam usia remaja ternyata masih mengalami perkembangan pada panggulnya yang memang masih belum sempurna. Dengan adanya kehamilan, panggul bisa saja memicu kelainan, cedera, kelahiran prematur, atau bahkan kematian pada ibu hamil. Banyak remaja putri yang pada akhirnya terpaksa mengalami kelahiran caesar karena kondisi panggulnya yang masih belum mampu digunakan untuk proses persalinan.

Fisik wanita remaja yang memang masih belum sempurna membuat kehamilan menjadi hal yang sangat beresiko. Selain pada panggul, perkembangan organ-organ yang mendukung kehamilan juga masih belum sempurna sehingga jika kehamilan terjadi pada usia yang sangat dini, remaja putri pun akan beresiko terkena preeklampsia, sebuah kondisi tekanan darah yang sangat tinggi saat hamil..

Kehamilan pada remaja putri akan beresiko tinggi mendapatkan kelahiran bayi yang prematur. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University College Cork, Irlandia, menyebutkan jika tingginya resiko kelahiran prematur ini disebabkan oleh masih belum matangnya ibu secara biologis dan psikologis. Untuk hal psikologis, remaja putri biasanya kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang kehamilan. Bahkan, banyak remaja yang sudah menikah ternyata belum memiliki pengetahuan cukup tentang seks secara keseluruhan.

Baca Juga:  Sensasi Terikat Di Kepala? Tanda Tumor Otakkah?

Remaja putri yang hamil ternyata belum memiliki indung telur yang sempurna. Secara logika, remaja putri masih membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan tubuhnya, namun karena adanya kehamilan, nutrisi ini justru harus dibagi dengan janin di dalam kandungan. Adanya masalah ini menyebabkan perkembangan janin tidak berjalan dengan baik sehingga selain masalah kelahiran prematur, bayi juga beresiko lahir dengan kelainan bawaan yang tentu sangat tidak diinginkan oleh siapapun.