kirim artikel kesehatan
kontak kami
direktori rumah sakit indonesia

Hamil di Luar Kandungan Bisa Berujung Kematian

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 27 - 01 - 2010 | 8 komentar

DokterSehat.com – Kehamilan yang terjadi di luar kandungan dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi bila telur yang dibuahi melekat dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri atau rahim. Kehamilan ini harus segera dihentikan agar tidak membahayakan nyawa sang ibu.

Kehamilan ektopik berbeda dengan kehamilan ekstra uterin. Kehamilan ekstra uterin terjadi di luar kavum uteri, tetapi masih di dalam rahim. Meski demikian, kehamilan ekstra uterin juga dikatakan bersifat ektopik.

Jika melihat lokasinya, sekitar 95-98 persen kehamilan ektopik berada di tuba. Sisanya terjadi di rahim, ovarium (indung telur), rongga perut primer dan sekunder, serta kehamilan kombinasi. Disebut kehamilan kombinasi kala kehamilan ektopik dan intra uterin terjadi secara bersamaan.

Kehamilan ektopik terutama terjadi akibat adanya gangguan transportasi sel telur yang telah dibuahi dari saluran tuba (tuba falopi) ke rongga rahim, selain juga adanya kelainan ovum yang dibuahi.

Kehamilan ektopik terjadi pada 1 dari 50 kehamilan dan merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama kehamilan. Minimnya deteksi dini dan pengobatan setelah diketahui adanya kehamilan ektopik menjadi penyumbang besarnya angka kematian ibu.

Karena itu, bila seorang ibu mengalami kehamilan ektopik, harus cepat diakhiri mengingat besarnya risiko yang harus ditanggung. Bila telur tetap tumbuh dan besar di saluran tuba, suatu saat tuba akan pecah dan bisa menyebabkan perdarahan hebat, dan berujung pada kematian.

Mirip hamil normal
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik, meskipun kehamilan ini bisa saja dialami wanita tanpa faktor risiko. Faktor tersebut di antaranya adalah gangguan transportasi hasil konsepsi, kelainan hormonal, dan penyebab yang masih diperdebatkan.

Gangguan transportasi hasil konsepsi bisa karena radang panggul, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, penyempitan lumen tuba akibat tumor, tindakan operasi pada tuba pasca bedah mikro, serta kejadian abortus maupun keguguran.

Kelainan hormon bisa muncul akibat induksi ovulasi, in vitro fertilisasi, masa subur yang telat, dan transportasi ovum. Sementara untuk penyebab yang masih diperdebatkan adalah endometriosis, cacat bawaan, kelainan kromosom, kualitas sperma yang tidak prima.

Gejala kehamilan ektopik yang belum terganggu bisa seperti kehamilan nomial, yaitu terlambat haid, mual, morning sickness, dan lainnya. Bila dilakukan pemeriksaan fisik akan didapati rahim yang rnernbesar dan tumor di perut. Juga muncul trias klasik, yakni tidak dapat haid, perdarahan per vaginam, dan nyeri perut.

Sementara pada kehamilan ektopik yang terganggu, gejala yang muncul bisa sama seperti kehamilan ektopik yang belum terganggu, tetapi disertai gejala akut pada perut akibat pecahnya kehamilan ektopik. Dan biasanya muncul gangguan hemodinamik berupa hipovolemik atau berkurangnya volume dalam peredaran darah akibat terjadinya perdarahan.

Sebaiknya dikeluarkan

Jika diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah (kehamilan ektopik belum terganggu), disarankan untuk dikeluarkan. Tidak ada gunanya janin tumbuh di tempat yang salah.

Janin tidak bakal bisa berkembang hingga usia sembilan bulan. Dalam usia beberapa minggu saja, tempat “bersarangnya” bisa pecah. Dan bila ini terjadi, bisa timbul perdarahan hebat di dalam perut. Kondisi ini tentu akan sangat membahayakan nyawa si ibu.

Umumnya penanganan kehamilan ektopik dilakukan dengan laparatomi (operasi). Pada kasus-kasus tertentu bisa menggunakan obatobatan methotrexate.

Mengingat risiko fatal yang bisa ditanggung ibu, jangan remehkan gejala pada wanita usia subur dengan keluhan terlambat haid (hasil tes urin positif), perdarahan melalui vagina, dan nyeri di daerah perut. Segera periksakan diri ke dokter kandungan.

Dr. Hendriks Sirait (Dokter Umum lulusan FK Universitas Trisakti, Praktik di Bekasi)

GD Star Rating
a WordPress rating system
GD Star Rating
a WordPress rating system
Hamil di Luar Kandungan Bisa Berujung Kematian, 4.9 out of 10 based on 7 ratings




Artikel Sejenis

8 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    Dok, yg mana lebih baik menurut dokter, apakah penggunaan farmitrexate atau operasi? apa betul obat tersebut biasa digunakan untuk kemo kanker dan bagaimana efeknya dgn obat ini jika digunakan.

    Mohon sarannya, dikarenakan saat ini kakak sy mengalami kehamilan di luar kandungan usia 6 minggu.

    Terima Kasih.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 3 Thumb down 1

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    dok saya mo tanya apakah mungkin bisa terulang KET 2 bln post KET ?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    ok

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    Dok mau tanya,
    saya bulan agustus haid tgl 16 – 21 agustus 2010, september tgl 27-29, oktober 23-25,nov 19-21, kemudian tgl 30 nov saya jatuh dan flak dari tgl 1-9 desember, tetapi sampai tgl 30 desember 2010 saya belum haid dan saya tes negatif, kira kira ada masalah ngak ya dgn kandungan saya biasanya saya rutin 28 hari
    terima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar
    dr. Ronald Iskandar Says:
    January 1st, 2011 at 2:26 pm
    comment-top

    @anik – kemungkinan masih ada pengaruh dari jatuh tersebut, coba ditunggu beberapa minggu ke depan, jika belum mendapatkan bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan terdekat..thx..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    Dokter…saya sudah dua kali mengalami hamil di luar kandungan….kanan dan kiri….apakah ada kemungkinan utk saya utk bisa hamil lagi???terima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 3

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    Dok apakah ibu saya yang pernah keguguran dan operasi diluar kandungan masih bisa hamil lagi? Makasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    Dok saya jg baru2 ini operasi krn hmil di luar kandungan..
    Bs ngga hamil lg..?
    Seandainya saya pengen hamil lg, sebaik’y perlu di tunda brapa lama stlh post op..?
    Ditunggu ya dok jwbn’y..
    Trm ksh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar