Hamil di Luar Kandungan Bisa Berujung Kematian

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Kehamilan yang terjadi di luar kandungan dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi bila telur yang dibuahi melekat dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri atau rahim. Kehamilan ini harus segera dihentikan agar tidak membahayakan nyawa sang ibu.

Kehamilan ektopik berbeda dengan kehamilan ekstra uterin. Kehamilan ekstra uterin terjadi di luar kavum uteri, tetapi masih di dalam rahim. Meski demikian, kehamilan ekstra uterin juga dikatakan bersifat ektopik.

Jika melihat lokasinya, sekitar 95-98 persen kehamilan ektopik berada di tuba. Sisanya terjadi di rahim, ovarium (indung telur), rongga perut primer dan sekunder, serta kehamilan kombinasi. Disebut kehamilan kombinasi kala kehamilan ektopik dan intra uterin terjadi secara bersamaan.

Kehamilan ektopik terutama terjadi akibat adanya gangguan transportasi sel telur yang telah dibuahi dari saluran tuba (tuba falopi) ke rongga rahim, selain juga adanya kelainan ovum yang dibuahi.

Kehamilan ektopik terjadi pada 1 dari 50 kehamilan dan merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama kehamilan. Minimnya deteksi dini dan pengobatan setelah diketahui adanya kehamilan ektopik menjadi penyumbang besarnya angka kematian ibu.

Karena itu, bila seorang ibu mengalami kehamilan ektopik, harus cepat diakhiri mengingat besarnya risiko yang harus ditanggung. Bila telur tetap tumbuh dan besar di saluran tuba, suatu saat tuba akan pecah dan bisa menyebabkan perdarahan hebat, dan berujung pada kematian.

Mirip hamil normal
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik, meskipun kehamilan ini bisa saja dialami wanita tanpa faktor risiko. Faktor tersebut di antaranya adalah gangguan transportasi hasil konsepsi, kelainan hormonal, dan penyebab yang masih diperdebatkan.

Gangguan transportasi hasil konsepsi bisa karena radang panggul, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, penyempitan lumen tuba akibat tumor, tindakan operasi pada tuba pasca bedah mikro, serta kejadian abortus maupun keguguran.

Kelainan hormon bisa muncul akibat induksi ovulasi, in vitro fertilisasi, masa subur yang telat, dan transportasi ovum. Sementara untuk penyebab yang masih diperdebatkan adalah endometriosis, cacat bawaan, kelainan kromosom, kualitas sperma yang tidak prima.

Gejala kehamilan ektopik yang belum terganggu bisa seperti kehamilan nomial, yaitu terlambat haid, mual, morning sickness, dan lainnya. Bila dilakukan pemeriksaan fisik akan didapati rahim yang rnernbesar dan tumor di perut. Juga muncul trias klasik, yakni tidak dapat haid, perdarahan per vaginam, dan nyeri perut.

Sementara pada kehamilan ektopik yang terganggu, gejala yang muncul bisa sama seperti kehamilan ektopik yang belum terganggu, tetapi disertai gejala akut pada perut akibat pecahnya kehamilan ektopik. Dan biasanya muncul gangguan hemodinamik berupa hipovolemik atau berkurangnya volume dalam peredaran darah akibat terjadinya perdarahan.

Sebaiknya dikeluarkan

Jika diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah (kehamilan ektopik belum terganggu), disarankan untuk dikeluarkan. Tidak ada gunanya janin tumbuh di tempat yang salah.

Janin tidak bakal bisa berkembang hingga usia sembilan bulan. Dalam usia beberapa minggu saja, tempat “bersarangnya” bisa pecah. Dan bila ini terjadi, bisa timbul perdarahan hebat di dalam perut. Kondisi ini tentu akan sangat membahayakan nyawa si ibu.

Umumnya penanganan kehamilan ektopik dilakukan dengan laparatomi (operasi). Pada kasus-kasus tertentu bisa menggunakan obatobatan methotrexate.

Mengingat risiko fatal yang bisa ditanggung ibu, jangan remehkan gejala pada wanita usia subur dengan keluhan terlambat haid (hasil tes urin positif), perdarahan melalui vagina, dan nyeri di daerah perut. Segera periksakan diri ke dokter kandungan.

Dr. Hendriks Sirait (Dokter Umum lulusan FK Universitas Trisakti, Praktik di Bekasi)

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Nadya

    dok saya mau tanya, ibu saya pernah oprasi hamil diluar kandungan dan katanya kena kanker, sudah 5 kali dikemo tapi btps atau apa gitu yah namanya masih 500 kira”bisa disembuhkan tidak yah ?

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      Tetap berpikiran positif, jaga pola hidup sehat. Dan lakukan terapi sesuai anjuran dokter. Trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. mela

    Ass sebelumnya .. dok saya mau nanya saya sudah telat haid 6 minggu pas di minggu pertama saya telat saya tespect dan hasilnya positif.. terus setelah sekitar 6 minggu perut saya sakit dok dan terjadi pendarahan sedikit…terus saya konsultasi ke dokter pas di tespect hasilnya negatif n kandungan saya kosong katanya.. apa karna saya berjlan jauh dg mobil…tapi pas di usg mencari kemungkinan kata dokter saya hamil diluar kandungan dan disruh operasi tapi yang saya herankan hasil tespect saya negatif n rahim saya kodong… apa yang harus saya lakukan dok.. seblumnya saya tidak pernah operasi ataupun memakai alat kontrosepsi.. Dan tidak pernah keguguran…tolong bantuannya dok terima kasih

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

    1. dr. Vanny Bernadus

      kemugkinan janin anda tidak berkembang sehingga hormon kehamilan makin lama makin berkurang sehinga tidak terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan. dan memang harus dibersihkan, tidak boleh didiamkan di dalam tubuh karena bisa membahayakan diri anda. trims

      Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

      1. mela

        Dok mau nannya lagi saya apakah kandungan saya udah bersih … sempat mengeluarkan darah tapi sedikit . Terus berapa hari kemudian keluar seperti agar agar warna coklat dan sakit di bagian perut.. terus beberapa hari kmudian keluar seperti kecobong bewarna abu2 dan berdarah ukuran nya sebesar kuku dan saya udah 6 minggu telat…kemren waktu diperiksa kata dokter kemungkinan saya hamil diluar kandungan ..dan harus dikeluarkan apakah itu emang janin sya yg keluar dok ? Dan apkah sudah bersih… kapan saya harus program hmil lagi dok… dan apa larangannya biar tidak terulang seperti itu lagi… mohon bantuannya dok .. terima kasih

        Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. Yanti br tambun

    Hai dok, sy mau tanya ni, sy sdh 7 thn suntik KB, pas tgl 16 jul 2015 . itu haid terakhir sy, setelah haid bersih sy lupa suntik KB, sy rasa ga mgkn bakal hamil krn cm 1 x aja lupa suntik, tetapi, Pd Bln Agustus tgl 16 2015 sy telat haid sampe pada tgl 20 Agustus 2015 MLM nya saya testpack Ternyata 2 garis cm 1 garis nya ga jelas , mgg Dpn nya saya ke dokter cek, Ternyata setelah di USG hasilnya negatif , lalu dokternya srh sy tes urine hasilnya 2 garis samar2 jg. Lalu dokter berdiagnosa katanya hamil diluar kandungan apa betul itu dok ? Tetapi sy tidak di beri obat, bulan Depan sy di srh dtg cek lagi, sebenarnya anak sy sdh 2 dok, saya jg ga berharap punya anak lagi, jd Gmn solusinya dok. Tks

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. dr. Vanny Bernadus

    hamil diluar kandungan harus dioperasi. konsultasikan dengan dokter kandungan anda. trims

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Leave a Comment