Waspada Penggumpalan Darah di Kaki saat Hamil

doktersehat hamil penggumpalan darah di kaki
Designed by Freepik

DokterSehat.Com– Salah satu keluhan serius yang dapat dialami oleh ibu hamil adalah penggumpalan darah di bagian kaki. Kondisi ini disebut dengan trombosis vena dalam atau disingkat DVT (deep vein thrombosis). Gumpalan darah ini dapat berbahaya bagi ibu dan janin jika terlepas dan mengarah ke bagian tubuh lain, khususnya paru-paru.

Penyebab penggumpalan darah di kaki saat hamil

Penggumpalan darah di dalam tubuh sebenarnya merupakan proses yang berbahaya dan justru dibutuhkan saat Anda terluka dan kehilangan banyak darah. Namun Anda perlu waspada jika penggumpalan darah terjadi tanpa cedera apa pun.

Wanita hamil berisiko 5 kali lebih besar mengalami penggumpalan darah dibanding dengan wanita yang tidak sedang hamil. Hal ini disebabkan karena saat hamil tubuh memproduksi protein khusus pembeku darah dalam jumlah banyak selama kehamilan sedangkan protein pengencer darah hanya diproduksi sedikit. Akibatnya gumpakan darah yang sudah terbentuk tidak kunjung larut.

Selain karena faktor protein dalam tubuh, penggumpalan darah di kaki juga dapat disebabkan oleh perubahan ukuran rahim. Dengan membesarnya rahim selama kehamilan, pembuluh darah di tubuh bagian bawah akan tertekan sehingga dapat menghambat aliran darah balik ke jantung.

Gejala dan cara menangani penggumpalan darah di kaki saat hamil

Salah satu gejala penggumpalan darh yang paling mudah diamati adalah kaki yang bengkak, kulit di daerah kaki terasa hangat atau panas kemerahan dan terasa nyeri yang mirip kram parah. Sebagian besar kasus pembengkakan darah di kaki terjadi di kaki kiri.

Setelah dipastikan bahwa terjadi penggumpalan darah, dokter akan menyuntikkan obat pengencer darah setiap hari untuk mencegah gumpalan darah semakin besar. Umumnya pengobatan ini memakan waktu selama 3 bulan. Suntikan akan dihentikan setelah Anda melahirkan atau sebelum Ada mengalami induksi persalinan atau sebelum menjalani operasi caesar.

Selalu konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan Anda dan pengobatan lain yang diperlukan. Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mencegah gumpalan darah tidak muncul lagi.