Perkembangan Janin 1 Bulan: Perubahan Hormon Tubuh

Doktersehat - Perkembang Janin 1 Bulan
Photo Credit: Flickr.com/NYC Health Hospitals

DokterSehat.Com– Gejala yang mungkin dirasakan wanita saat hamil 1 bulan adalah mual, muntah, atau sering disebut morning sickness. Setelah tubuh memproduksi sel telur, pembuahan biasanya terjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama haid terakhir.

Pada saat usia hamil 1 bulan, bentuk janin masih merupakan kumpulan sel yang disebut embrio, yang terus membelah diri dan berkembang untuk menjadi bayi kecil di bulan-bulan berikutnya. Saat hamil 1 bulan, bayi masih menyerupai titik kecil dengan ukuran panjang sekitar 0,2 cm. Sel-sel dalam embrio mengelompok untuk kemudian berkembang menjadi bagian-bagian tubuh.

Perkembangan Embrio

Embrio mulai berkembang dalam rahim. Sel-sel terluar mulai membentuk jaringan ke suplai darah sang ibu. Sementara sel-sel bagian dalam terbentuk menjadi dua, lalu tiga lapisan, hingga kemudian berkembang menjadi tubuh bayi. Lapisan-lapisan tersebut yaitu:

  • Ektoderm: lapisan luar yang kemudian menjadi sistem saraf, otak, enamel gigi, kuku, lensa mata, dan kulit.
  • Mesoderm: lapisan tengah yang berkembang menjadi otot, tulang, jantung, dan pembuluh darah.
  • Endoderm: lapisan paling dalam yang terbentuk menjadi sistem pernapasan dan pencernaan, seperti paru-paru, usus, lambung, dan kandung kemih.

Pada periode ini, embrio melekat pada yolk sac yang mensuplai nutrisi ke janin. Pada beberapa minggu ke depan, fungsi ini kemudian akan digantikan oleh plasenta. Sel-sel plasenta yang berkembang pada dinding rahim ini menyediakan aliran darah yang memastikan agar janin mendapat cukup nutrisi dan oksigen.

Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan pembuahan janin :

  1. Wanita yang mengalami tanda-tanda kehamilan akan memiliki peningkatan terhadap hormon estrogen dan juga hormon progesteron. Kedua hormon tersebut sangat berpengaruh pada kehidupan dan juga tubuh seorang wanita.
  2. Wanita yang mengalami pembuahan akan mengalami perubahan metabolisme dan juga perubahan struktur tubuh. Perubahan-perubahan itu kelak nantinya bisa bermanfaat untuk mendukung perkembangan janin 1 bulan yang ada di dalam kandungan.
  3. Saat menuju ke ovarium, sel telur tersebut bisa melakukan pembelahan membentuk blatosis. Blatosis tersebutlah yang nantinya akan menempel di dinding rahim .
  4. Setelah penempelan blatosis di dinding rahim akibatnya seorang wanita mengalami ciri ciri orang hamil, yakni tidak akan mendapatkan haid atau menstruasi.
  5. Penempelan blatosis juga akan mengakibatkan pendarahan, banyak wanita yang mengartikannya sebagai darah haid. Padahal pendarahan tersebut merupakan tanda kehamilan telah ada di dalam rahim.
  6. Wanita yang tidak mengalami pendarahan akan mengeluarkan flek bercak darah berwarna cokelat atau merah. Pendarahan atau flek tersebut berbeda dengan menstruasi di mana semakin hari darah yang dikeluarkan semakin banyak. Jika flek darah atau pendarahan akibat kehamilan, semakin hari darah yang dikeluarkannya semakin sedikit.

Perubahan yang Terjadi saat Hamil 1 Bulan

Sering kali saat memasuki usia kehamilan 3 minggu, banyak wanita tidak menyadari bahwa dirinya hamil karena tidak merasakan gejala apapun. Namun sebagian wanita mungkin akan merasakan peningkatan volume cairan vagina, sedikit kram, nyeri punggung dan sakit kepala.

Sementara saat usia kehamilan memasuki 7 minggu, rahim Anda telah berkembang menjadi seukuran lemon. Anda mungkin akan merasa lemas, mudah lelah, payudara terasa membesar dan nyeri, serta lebih sering ingin buang air kecil.

Sekitar 90% wanita hamil merasakan mual dan muntah di awal masa kehamilan, yang dikenal dengan istilah morning sickness. Gejala tersebut merupakan pertanda bahwa hormon kehamilan dalam tubuh Anda cukup untuk mendukung kehamilan.

Wanita yang mengalami mual di awal masa hamil memiliki risiko lebih rendah dalam mengalami keguguran daripada mereka yang tidak mengalami mual. Meski begitu, hal ini tidak berarti bahwa wanita yang tidak mual, tidak bisa mendapatkan kehamilan yang sehat.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan saat Hamil 1 Bulan

Saat embrio memasuki usia bulan pertama, ibu hamil harus menjaga kandungannya sebaik mungkin. Embrio masih dalam tahap membutuhkan bantuan untuk bisa tumbuh dan juga berkembang. Sangat bahaya sekali bagi ibu hamil yang mengabaikan nutrisi makanan sehat yang masuk ke dalam tubuhnya.

Janin bisa tidak berkembang dengan baik apabila seorang wanita hamil tidak mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan folat. Saat janin tidak berkembang maka tindakan selanjutnya adalah melakukan kuret. Pada periode ini embrio masih dalam kondisi lemah sehingga berisiko tinggi mengalami keguguran.

Ingatlah bahwa janin Anda akan ikut mengonsumsi dan mendapat dampak dari semua yang Anda konsumsi. Hindari rokok, kafein, obat-obatan terlarang, minuman keras, dan makanan tertentu seperti makanan mentah yang dapat berbahaya bagi janin.

Meski belum banyak perubahan yang tampak pada tubuh Anda pada masa hamil 1 bulan, sudah banyak perubahan yang terjadi di dalam rahim. Ibu hamil harus sering mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Sayur, buah-buahan, air putih dan susu hamil sangat bermanfaat bagi perkembangan embrio yang ada di dalam rahim.