Hal-Hal Berikut Bisa Mengganggu Sistem Metabolisme Tubuh

DokterSehat.Com – Sistem metabolisme tubuh memiliki pengaruh besar dalam kesehatan proses pencernaan yang sedang berlangsung. Jika kita memiliki sistem metabolisme tubuh yang cepat, kita pun cenderung mampu menyerap nutrisi dengan baik dan berpengaruh besar pada program diet atau penurunan berat badan. Sayangnya, ada kalanya kita justru melakukan beberapa hal yang bisa berpengaruh buruk bagi metabolisme tubuh. Apa sajakah hal-hal tersebut? berikut adalah diantaranya.

doktersehat-garam-dapur-yodium-gizi

Tidak menyukai susu sebagai makanan sehari-hari adalah hal yang bisa berpengaruh besar bagi sistem metabolisme tubuh, khususnya bagi kaum wanita. Pakar kesehatan dari McMaster University menyebutkan jika wanita yang jarang minum susu cenderung akan kehilangan lebih banyak kandungan lemak pada tubuh dan sulit mendapatkan massa otot yang dibutuhkan. Hal ini dikarenakan tidak adanya kandungan susu yang bisa membantu proses metabolisme dan pembentukan otot.

Tanpa kita sadari, tinggal di negara dengan suhu yang relatif panas ternyata juga ikut berpengaruh besar bagi sistem metabolisme tubuh. Hal ini dikarenakan pakar kesehatan dari National Institute of Health, Aaron Cypess, MD, menyebutkan jika tidur dalam suhu panas akan emmbuat jaringan lemak lebih mudah terbakar dan lebih aktif.

Diet karbohidrat dengan cara yang ekstrim juga akan membuat otot-otot dalam tubuh yang membutuhkan kandungan glikogen akan kesulitan mendapatkan nutrisi tersebut. Hal ini bisa berimbas pada minimnya energi yang tersedia untuk melakukan berbagaia aktivitas. Karena alasan inilah dokter menyarankan kita diet karbohidrat namun diimbangi dengan makanan sehat layaknya oatmeal, nasi merah, atau ubi jalar.

Kesalahan mengkonsumsi garam setiap hari juga berpengaruh besar pada sistem metabolisme tubuh. Sebagai contoh, banyak dari kita yang mengkonsumsi garam beryodium secara berlebihan. Padahal, separuh sendok teh garam ini sudah memenuhi asupan yodium yang dibutuhkan. Jika kita mengkonsumsi lebih dari itu, maka kita pun meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskular.