Gusi Bengkak Pada Ibu Hamil

DokterSehat.Com – Ibu hamil biasanya akan sebisa mungkin menjaga kesehatannya sehingga janin yang berada dalam kandungan juga berada dalam kondisi yang sehat. Sayangnya, ibu hamil biasanya cenderung lebih mudah merasa lelah dan juga cukup rentan untuk mendapatkan beberapa penyakit yang biasanya disebabkan karena adanya perubahan hormon secara drastis saat kehamilan. Salah satu bagian tubuh yang bisa saja memberikan masalah bagi ibu hamil adalah bagian gusi. Masalah gusi bengkak tentu membuat masalah bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan janinnya dalam kandungan, bukan?

doktersehat-skait-gigi

Gusi bengkak pada ibu hamil biasanya diiringi dengan pendarahan atau bahkan goyangnya gigi. Uniknya, gusi yang bengkak ini biasanya tidak disertai dengan masalah gigi berlubang sama sekali. Gusi bengkak ini biasanya juga ditandai dengan pendarahan saat ibu hamil menyikat gigi. Gusi yang bengkak disertai dengan warna kemerahan dan biasanya cenderung turun. Disamping rasa sakit, gusi bengkak juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap dan menyengat.

Perubahan hormon, khususnya karena meningkatnya hormon prostaglandin saat kondisi hamil biasanya menjadi penyebab masalah gusi membengkak ini. Yang menjadi masalah adalah, semakin meningkatnya hormon ini bisa memicu infeksi pada rongga mulut sehingga bakteri pun bisa memasuki gusi yang bengkak dan berdarah tersebut hingga mencapai peredaran darah. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa jika ibu hamil mengalami masalah pada gigi atau gusi, maka Ia akan memiliki resiko mengalami komplikasi saat kehamilan atau kelahiran yang jauh lebih besar. Sebagai contoh, kelahiran prematur atau bayi yang terlalu ringan saat lahir bisa disebabkan oleh gangguan gusi bengkak ini.

Untuk mencegah hal ini, banyak pakar kesehatan yang merekomendasikan ibu hamil untuk lebih sering memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi selain ke dokter kandungan. Pembersihan karang gigi atau setidaknya penggunaan obat kumur diyakini bisa mencegah masalah gigi dan mulut sehingga resiko mendapatkan masalah kehamilan dan kelahiran bisa ditekan hingga 30-60 persen. Dengan gigi dan mulut yang sehat, kehamilan pun diyakini menjadi lebih aman bagi ibu dan juga si janin.