Gula Membunuh Dengan Diam-diam

DokterSehat.Com – Gula seakan menyatu dengan berbagai makanan yang dikonsumsi semua orang setiap hari. Anda harus sependapat dengan hal ini. Begitu banyak makanan dan minuman manis hilir mudik di mulut dan pencernaan seseorang. Akibatnya, tingkat gula darah di dalam tubuh pun alami peningkatan.

5958735726_6370d9a826_b

Bahkan para ahli telah menyalahkan gula sebagai penyebab kegemukan dan epidemi obesitas di dunia. Dan juga termasuk faktor risiko dari kondisi diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan Alzheimer.

Biasanya, ketika kita berbicara tentang gula, kita akan mengacu pada gula meja yang berasal dari tebu. Gula meja juga dikenal sebagai sukrosa, kombinasi 50 persen glukosa dan 50 persen fruktosa. Glukosa dan fruktosa begitu diperlukan karena akan diproses secara berbeda di dalam tubuh. Tapi pemprosesan keduanya memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan.

Melansir laman Health Me Up, Kamis (5/2/2015) secara alami fruktosa terdapat di dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan, tapi bukan berarti untuk bagi bagi kesehatan Anda. Glukosa akan diproses di dalam usus selama pencernaan dan digunakan oleh semua sel di dalam tubuh.

Tinggi makanan yang kaya fruktosa telah dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan kronis, seperti metabolisme yang lambat, kolesterol tinggi, penyakit jantung, sirosis hati, hipertensi, obesitas, dan asam urat.

Fruktosa juga menyebabkan resisten leptin, yang merupakan hormon penentu rasa kenyang.

The American Heart Association dan WHO merekomendasikan bahwa asupan gula tambahan sehari-hari harus sembilan sendok teh (38 gram) untuk pria dan enam sendok teh (25 gram) untuk wanita.

BACA JUGA : Mengenal Nyeri Psikogenik