Gula Bisa Menyembuhkan Luka?

DokterSehat.Com– Saat masih anak-anak, Moses Murandu yang berasal dari pedalaman Zimbabwe terbiasa mengobati lukanya dengan gula. Ia kemudian pindah ke Inggris dan terkejut bahwa Sistem Kesehatan Nasional di negara tersebut (NHS) sama sekali tidak pernah mempertimbangkan gula sebagai cara untuk merawat luka.

gula-doktersehat

Photo Credit: flickr/ Gunilla G

Dikutip dari BBC, pria yang kini menjadi dosen senior di University of Wolverhampton, Inggris, ini melakukan penelitian untuk mencari tahu apakah gula memang bisa digunakan dalam proses penyembuhan luka atau tidak. Penelitian ini membuatnya diganjar penghargaan Journal of Wound Care pada Maret 2018 lalu.

Murandu berkata bahwa untuk menyembuhkan luka, kita hanya perlu menaburinya dengan gula dan menutupnya dengan perban. Kelembaban pada luka akan diserap oleh butiran gula ini dan membuat bakteri tidak bisa berkembang dan mendorong luka bisa lebih cepat sembuh.

Meskipun berbagai penelitiannya membuktikan bahwa gula memang bisa merawat luka, dalam realitanya Ia mengalami tantangan yang berat, khususnya dalam meyakinkan NHS untuk memakai gula sebagai alternatif dari antibiotik. Selain itu, banyak perusahaan obat yang menganggap penelitian yang dilakukan Murandu akan membuat para perusahaan ini merugi.

Dalam penelitiannya, Murandu berkata bahwa bakteri bisa benar-benar dihambat oleh konsentrasi gula yang tinggi. Gula yang dianggap bisa melakukan fungsi ini adalah gula tebu dan gula bit. Namun, gula demerara disebut kurang efektif untuk dijadikan penyembuh luka.

Sebuah kasus yang ditemukan di Harare, ibukota Zimbabwe, ikut disertakan dalam penelitian Murandu. Dalam kasus ini, seorang wanita hampir saja diamputasi kakinya karena mengalami luka parah selama 5 tahun. Setelah mencoba terapi gula seperti yang dianjurkan Murandu, amputasi ini tidak jadi dilakukan dan kini sang wanita masih memiliki kaki.

Baca Juga:  Luka - Penutupan Luka, Prognosis, dan Pencegahan

Lantas, apakah gula juga bisa mengobati luka diabetes? Murandu menyebutkan bahwa metode dengan memakai gula ini sepertinya tidak akan cocok. Ia pun lebih menyarankan penderita diabetes untuk mengendalikan kadar gula darahnya dengan lebih baik.

Semoga penelitian lebih lanjut bisa memastikan manfaat gula dalam proses penyembuhan luka sehingga kita pun bisa segera melakukan pertolongan pertama dengan tepat, ya?