Growth Spurts – Jangan Khawatir Ketika Bayi Rewel Mendadak dengan Intensitas Sering!

DokterSehat.Com – Bayi yang rewel di usia kurang dari satu tahun memang wajar adanya. Namun bagaimana jika bayi tiba-tiba rewel lebih dari biasanya, bahkan dengan intensitas yang sering. Tidak hanya itu sang bayi pun terlihat lebih banyak ingin menyusu tak seperti biasanya. Bagi para ibu yang memiliki bayi dengan kondisi demikian, jangan terlalu panik, bisa jadi bayi Anda sedang mengalami growth spurts.

doktersehat-organ-genital-gatal-penyakit

Apa itu growth spurts? Growth spurts dapat disebut pula sebagai “percepatan pertumbuhan” , yang biasanya akan terjadi pada 12 bulan pertama di usia sang bayi. Pada umumnya growth spurts akan dialami oleh bayi dalam waktu 1-2 hari, namun ada pula bayi yang mengalami hal ini hingga hari ke-7. Percepatan pertumbuhan yang dialami oleh sang bayi merupakan dorongan untuk tumbuh lebih cepat dibanding biasanya. Alhasil bayi membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak. Sehingga para ibu pun dituntut untuk memproduksi ASI lebih banyak, agar mencukupi kebutuhan sang bayi.

Selain rewel dengan intensitas yang sering serta menyusu dengan jumlah yang lebih banyak, biasanya bayi pun akan lebih sering bangun tengah malam untuk menyusu. Dalam hal ini bayi seakan tahu jika produksi hormon prolaktin (hormon menyusui) paling tinggi di malam hari. Setelah kondisi-kondisi tersebut mereda, bayi akan tidur lebi tenang dan lebih lama dibanding hari sebelumnya.

Untuk mengatasi kondisi di saat bayi mengalami growth spurts, lakukan beberapa penanganan berikut.

Sebaiknya selalu ikuti keinginan bayi, misalnya ketika ingin menyusu setiap 30 menit sampai satu jam sekali. Di usia tersebut yang dibutuhkan oleh bayi hanyalah ASI, sehingga jangan berikan makanan padat terlebih dahulu, karena dapat mengganggu ‘natural alert’ atau sinyal alami ke tubuh ibu untuk memproduksi ASI lebih banyak. Di saat bayi terus menyusu tak henti-hentinya, jangan berpikir negatif bahwa ASI yang kurang atau tidak cukup. Pikiran ini justru akan berpengaruh pada produksi ASI, yaitu terganggunya kerja oksitosin (hormon yang memperlancar ASI). Tak hanya itu hilangkan jadwal pemberian ASI, jika tidak, bayi akan semakin rewel.

Baca Juga:  Menteri Kesehatan: Setidaknya 20 Persen Anak Pra Remaja di Indonesia Sudah Merokok

Kondisi yang semakin rewel akan berdampak pada ibu yang panik dan memicu kondisi stres, yang berpengaruh pula dengan terhambatnya pembentukan ASI. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa bayi lebih banyak membutuhkan ASI dan Anda tentunya, sebagai Ibu. Perbanyak konsumsi makanan dengan jumlah gizi seimbang, perbanyak konsumsi air putih, serta cukupkan istirahat. Akan lebih baik jika istirahat dilakukan bersama bayi Anda yang sedang tidur.