Gonore (Kencing Nanah) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Gonore dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi. Infeksi gonore  mudah menyebar dan paling sering terjadi pada orang yang memiliki banyak pasangan seksual.

Gonore-Kencing-Nanah-doktersehat

Penyebab Gonore

Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, bakteri yang dapat tumbuh dan berkembang biak dengan mudah di selaput lendir tubuh. Bakteri gonore dapat tumbuh di organ yang lembab  dan hangat seperti saluran reproduksi, termasuk leher rahim, uterus (rahim), tuba falopi, dan di uretra. Bahkan, bakteri juga bisa tumbuh di mulut, tenggorokan, dan anus.

Untuk diketahui, gonore adalah penyakit menular yang sangat umum terjadi di Amerika Serikat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada tahun 2012 terdapat 334.826 kasus yang dilaporkan di Amerika Serikat. Remaja yang aktif secara seksual merupakan salah satu tingkat tertinggi infeksi yang dilaporkan.

Gejala Gonore

Tidak semua orang yang terinfeksi gonore memiliki gejala, sehingga mengetahui kapan harus mencari pengobatan bisa menjadi suatu masalah. Gejala biasanya  muncul dalam waktu 2-10 hari setelah paparan, akan tetapi gejala juga dapat berkembang hingga 30 hari.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. Tanda-tanda dan gejala gonore yang umum sedikit berbeda antara pria dan wanita.

Gejala gonore pada wanita:

  • Keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Nyeri perut atau panggul bawah
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Konjungtivitis (mata gatal dan merah)
  • Pendarahan di luar periode menstruasi
  • Ada noda plek dari kemaluan setelah hubungan
  • Pembengkakan vulva (vulvitis)
  • Rasa terbakar di tenggorokan (karena oral seks)
  • Pembengkakan kelenjar di tenggorokan (karena oral seks)

Pada beberapa wanita, gejala gonore sangat ringan hingga mereka sendiri tidak menyadari bahwa itu adalah gonore. Banyak wanita dengan keputihan karena gonore mengatasi hal ini dengan obat jamur yang dijual bebas di apotek.

Karena keputihan bisa menjadi tanda dari sejumlah masalah yang berbeda, yang terbaik adalah konsultasikan dengan dokter untuk memastikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Gejala gonore pada pria:

  • Penis mengeluarkan cairan berwarna keputihan, kehijauan atau kekuningan seperti nanah.
  • Rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Rasa terbakar di tenggorokan (karena oral seks).
  • Nyeri testis atau bengkak.
  • Pembengkakan kelenjar di tenggorokan (karena oral seks).
  • Gejala biasanya muncul 2-14 hari setelah infeksi.

Diagnosis Gonore

Untuk mendiagnosa gonore, dokter akan menggunakan swab untuk mengambil sampel cairan dari uretra pada pria atau dari leher rahim pada wanita. Spesimen kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Tes lain yang bisa dilakukan adalah memeriksa sampel urin untuk mengetahui adanya bakteri.

Baca Juga:  Waspadai Sembelit yang Berulang-ulang, Bisa Jadi Gejala Gonore

Untuk diketahui, gonore dan klamidia, atau penyakit menular seksual lainnya—sering  terjadi bersama-sama, sehingga biasanya pengobatan langsung dilakukan secara bersamaan meskipun gejala gonore saja yang muncul.

Pengobatan Gonore

Untuk mengobati infeksi gonore, dokter akan memberikan antibiotik baik diminum maupun disuntik. Pasangan seksual pasien yang terinfeksi juga harus diperlakukan sama untuk mencegah infeksi ulang dan penyebaran yang lebih lanjut dari penyakit ini. Selain itu, perlu diingat bahwa:

  • Katakan pada siapa pun yang pernah menjadi pasangan hubungan seks bahwa Anda terinfeksi. Hal ini penting karena gonore mungkin tidak memiliki gejala. Wanita terutama, mungkin benar-benar tidak menunjukkan gejala dan mungkin tidak mencari pengobatan kecuali diperingatkan oleh pasangan mereka.
  • Jangan berhubungan seks sampai Anda telah menyelesaikan pengobatan.
  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seks.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar penderita gonore juga diberikan obat untuk memberantas infeksi klamidia—sejenis kuman yang menyebabkan infeksi kelamin nonspesifik—karena klamidia sering ditemukan bersama dengan gonore.

Apa yang Terjadi Jika Gonore Tidak Diobati?

Gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius dan permanen pada perempuan dan laki-laki.

Pada wanita, infeksi dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat merusak tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim) atau bahkan menyebabkan kemandulan. Dan infeksi gonore yang tidak diobati bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik, suatu kondisi di mana sel telur dibuahi berkembang di luar rahim. Ini adalah kondisi yang berbahaya bagi ibu dan bayi.

Pada pria, gonore dapat menyebabkan epididimitis, suatu kondisi yang menyakitkan di testis yang kadang-kadang dapat menyebabkan kemandulan jika tidak ditangani. Tanpa pengobatan yang tepat, gonore juga dapat memengaruhi prostat dan dapat menyebabkan jaringan parut di dalam uretra sehingga sulit buang air kecil.

Pengaruh Gonore dan Kehamilan

Gonore pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur tanpa sebab yang jelas. Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan gonore adalah dapat menyebabkan kebutaan, infeksi sendi, atau infeksi yang mengancam hidup bayi. Pengobatan gonore segera setelah terdeteksi pada wanita hamil akan mengurangi risiko komplikasi ini. Wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

Pencegahan Infeksi Gonore

Untuk mencegah penyakit gonore, sangat penting untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual. Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, terutama jika Anda tidak yakin apakah pasangan Anda benar-benar bersih atau tidak. Oleh karena itu, kedua belah pihak harus memeriksakan diri apakah ada infeksi menular seksual.