Golongan Darah Ibu Memengaruhi Kehamilan & Kesehatan Bayi, Benarkah?

DokterSehat.Com– Golongan darah banyak dipercaya membawa karakteristik tertentu sehingga menentukan berbagai aspek kehidupan manusia, seperti diet dan kesuburan. Benarkah golongan darah tertentu dapat membuat ibu susah hamil?

ibu-hamil-doktersehat

Photo Creedit: pexels.com

Pengaruh golongan darah dan kehamilan

Golongan darah manusia dapat dibagi menjadi 4 jenis menurut sifat dan jumlah antigennya, yaitu A, B, AB, dan O. Kemudian dari masing-masing golongan tersebut dibagi lagi menjadi rhesus positif dan negatif. Namun secara umum, struktur darah dari keempat golongan tersebut adalah sama, yaitu sel darah merah, sel darah putih dan keping darah atau plasma darah.

Antigen dalam sel darah bertugas untuk memproduksi antibodi yang dibutuhkan untuk melawan sel asing di dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan golongan darah tertentu memiliki reaksi berbeda ketika diserang penyakit sehingga golongan darah tersebut dianggap rentan terhadap jenis penyakit tertentu, bahkan ikut memengaruhi kesuburan.

1. Golongan darah memengaruhi kesuburan
Golongan darah wanita diketahui memengaruhi jumlah hormon yang disebut follicle-stimulating hormone (FSH) yang dhasilkan. Sedangkan tingkat kesuburan bergantung pada kapasitas ovarium untuk menyediakan telur dan produksi hormon FSH. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa golongan darah O memiliki kualitas sel telur yang lebih rendah daripada golongan darah lainnya. Sedangkan golongan darah A memiliki jumlah dan kualitas sel telur yang baik.

2. Golongan darah memengaruhi keberhasilan bayi tabung
Para ahli percaya bahwa golonagn darah memegaruhi peluang keberhasilan prosedur bayi tabung. Jika sistem kekebalan ibu menolak zat asing di dalam tubuh, maka hal ini akan menghambat kelancaran proses bayi tabung.

3. Ketidakcocokan rhesus memengaruhi kesehatan bayi
Apabila ibu dengan rhesus negatif memiliki bayi dengan rhesus positif, maka kondisi ini disebut ketidakcocokan rhesus. Tubuh ibu akan menganggap protein Rh dalam darah bayinya sebagai benda asing sehingga akan membentuk antibodi untuk menyerangnya. Kondisi ini disebut dengan penyakit Rhesus. Selain itu, kondisi ni juga berisiko menyebabkan penyakit anemia pada anak