Gigitan Ular – Jenis Ular Berbisa (Keluarga Viper)

DokterSehat.Com– Dua keluarga besar ular paling berbisa dapat berbahaya bagi manusia: keluarga elapid dan keluarga viper.

doktersehat-tangan-terluka-perban-gigitn-hewan

Keluarga viper meliputi:

  • Ular derik/ rattlesnakes (Crotalus) (ular Western Diamondback, dan ular kayu), ular moccasins (Agkistrodon), dan ular beludak berkepala-tombak (Bothrops) dari Amerika;
  • Ular berbisa bersisik (Echis) dari Asia dan Afrika;
  • Ular viper Russell (Daboia russellii) dari Asia; dan
  • Ular puff adder (Bitis arietans) dan Gaboon viper (Bitis gabonica) dari Afrika.

Ular dari keluarga viper

Ular derik berbisa diamondback (Crotalus Atrox), pit viper Amerika, dengan derik bergetar. Ini adalah salah satu ular paling berbahaya dari Amerika Utara.

Ular berbisa kayu (Crotalus horridus), pit viper Amerika, tertangkap dengan menguap setelah makan besar.

Ular Cottonmouth atau moccasin air (Agkistrodon piscivorous), Amerika pit viper biasanya ditemukan di air atau dekat air.

Northern copperhead (Agkistrodon contortrix), pit viper Amerika. Gigitan oleh spesies ini cenderung kurang parah daripada gigitan ular atau moccasin air tapi masih membutuhkan perawatan medis yang segera.

Sebagian besar spesies dari keluarga ular didistribusikan paling banyak dan beragam, Colubrids, tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Namun, beberapa spesies termasuk boomslang (Dispholidus typus), ular ranting (Thelotornis), ular garter Jepang (Rhabdophis tigrinus), dan ular pohon cokelat (Boiga irregularis), dapat berbahaya. Anggota lain dari keluarga ini, termasuk ular Amerika garter, kingsnakes, ular tikus, dan ular jalan, tidak berbahaya bagi manusia.

Beberapa jenis ular berbisa

Snakebite. King cobra (Ophiophagus hannah), a dangerous Asian elapid and longest of the venomous snakes at around 4 m (13 ft). Photograph by Joe McDonald.

King cobra (Ophiophagus hannah), sebuah elapid Asia berbahaya dan terpanjang dari ular berbisa sekitar 4 m (13 kaki).

Snakebite. Black mamba (Dendraspis polylepis), an extremely fast, large, and dangerous African elapid. Photograph by Joe McDonald.

Ular hitam mamba (Dendraspis Polylepis), ular yang sangat cepat, besar, dan berbahaya, keluarga elapid Afrika.

Baca Juga:  Pertolongan Pertama Gigitan Ular

Snakebite. Coral snake (Micrurus fulvius), a shy American elapid that accounts for only about 1% of venomous snakebites in the United States. Recognize it by this catch phrase: Red on yellow, kill a fellow. Photograph by Joe McDonald.

Ular karang (Micrurus Fulvius), seekor elapid Amerika pemalu yang menyumbang hanya sekitar 1% dari gigitan ular berbisa di Amerika Serikat. Ular ini dikenali dengan pepatah di Barat: “Red on yellow, kill a fellow (yang artinya, “merah pada kuning, membunuh sesama”).

Snakebite. Milk snake (Lampropeltis triangulum), a harmless mimic of the coral snake. "Red on black, venom lack," although this old saying becomes unreliable south of the United States. Photograph by Joe McDonald.

Ular  susu (Lampropeltis Triangulum), kurang berbahaya daripada ular karang. Ular ini dikenali dengan pepatah barat “Red on black, venom lack, yang artinya “merah pada hitam dengan bisa yang kurang,” Meskipun pepatah lama ini menjadi tidak sesuai di kawasan selatan Amerika Serikat.

Snakebite. Western diamondback rattlesnake (Crotalus atrox), an American pit viper, with rattle vibrating. This is one of the most dangerous snakes of North America. Photograph by Joe McDonald.

Ular berbisa diamondback (Crotalus Atrox), pit viper Amerika, dengan derik pada ekor. Ini adalah salah satu ular paling berbahaya dari Amerika Utara.

Snakebite. Timber rattlesnake (Crotalus horridus), American pit viper, caught yawning after a big meal. Photograph by Joe McDonald.

Ular berbisa  kayu (Crotalus horridus), Amerika pit viper, tertangkap menguap setelah makan besar.