GERD (Gastroesophageal reflux disease) – Gejala dan Pengobatan

GERD (Gastroesophageal reflux disease) adalah masalah pencernaan yang mempengaruhi katup bawah esofagus (kerongkongan) yang berupa cincin. Banyak orang, termasuk wanita hamil, mengalami gangguan pencernaan dan sensasi terbakar di dada (heartburn) karena GERD. Dokter juga mempelajari bahwa GERD itu terjadi karena suatu kondisi yang disebut hernia hiatal. Pada sebagian besar kasus, GERD dapat reda melalui perubahan makanan dan gaya hidup, namun beberapa orang ada yag membutuhkan obat-obatan maupun operasi.

doktersehat-penyakit-lambung-GERD-Gastroesophageal-reflux-disease-nyeri-dada

Apakah Gejala Heartburn (Sensasi terbakar di dada)?
Hearburn, juga disebut gangguan pencernaan asam lambung, adalah gejala yang paling umum dari GERD dan biasanya terasa seperti nyeri dada terbakar mulai di belakang tulang dada dan bergerak ke atas ke leher dan tenggorokan. Banyak orang mengatakan rasanya seperti makanan kembali ke dalam mulut meninggalkan rasa asam atau pahit.

Rasa terbakar, tekanan, atau sakit dari heartburn dapat berlangsung selama 2 jam dan seringkali lebih buruk setelah makan. Berbaring atau membungkuk juga bisa mengakibatkan heartburn. Banyak orang mengaku gejala heartburn semakin ringan ketika berdiri tegak atau dengan mengkonsumsi antasida yang membersihkan asam lambung dari kerongkongan.

Heartburn kadang-kadang keliru untuk rasa sakit yang terkait dengan penyakit jantung atau serangan jantung, tetapi sebenarnya ada perbedaannya. Beraktivitas dapat memperburuk nyeri akibat penyakit jantung, dan istirahat dapat mengurangi rasa sakit. Heartburn tidak terlalu terkait dengan aktivitas fisik sehingga aktivitas tidak akan memperburuk nyerinya. Tapi ketika Anda mengalaminya dan Anda tidak bisa membedakan, segera mencari bantuan medis jika Anda memiliki gejala heartburn.

Apakah Heartburn dan GERD sering terjadi?
Lebih dari 60 juta orang dewasa Amerika mengalami heartburn setidaknya sebulan sekali, dan lebih dari 15 juta orang dewasa menderita setiap hari. Banyak wanita hamil mengalami heartburn. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa GERD pada bayi dan anak-anak lebih sering dari sebelumnya dan dapat menghasilkan muntah berulang, batuk, dan masalah pernapasan lainnya.

Baca Juga:  Konstipasi Pada Anak - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apakah Pengobatan untuk GERD?
Dokter merekomendasikan perubahan gaya hidup dan perubahan pola makan bagi kebanyakan orang yang membutuhkan pengobatan untuk GERD. Pengobatan bertujuan mengurangi jumlah refluks atau mengurangi kerusakan pada lapisan kerongkongan dari bahan refluks.

Menghindari makanan dan minuman yang dapat melemahkan otot katup kerongkongan bawah sering direkomendasikan. Makanan ini termasuk coklat, peppermint, makanan berlemak, kopi, dan minuman beralkohol. Makanan dan minuman yang dapat mengiritasi lapisan esofagus yang rusak, seperti buah jeruk dan jus, produk tomat, dan merica, juga harus dihindari jika mereka menyebabkan gejala.

Mengurangi porsi makan dan memperbanyak frekuensi makan akan mengontrol gejala. Makan setidaknya 2 – 3 jam sebelum tidur juga akan mengurangi refluks karena akan membantu asam lambung turun dan menunggu lambung mengosongkan diri. Selain itu, kondisi tubuh yang kelebihan berat badan akan memperburuk gejala. Banyak orang yang gemuk akan mengalami perbaikan gejala setelah berhasil menurunkan berat badannya.

Merokok juga akan melemahkan otot katup kerongkongan bawah. Berhenti merokok penting untuk mengurangi gejala GERD.

Tidur dengan posisi agak duduk juga membantu mengurangi gejala karena refluks sulit terjadi akibat gravitasi sehingga isi lambung tidak kembali ke esofagus. Namun, posisi agak duduk itu jangan dibuat dengan menambah jumlah bantal. Jumlah bantal yang banyak justru meningkatkan tekanan pada lambung.

Dokter juga akan meresepkan obat untuk mengurangi asam lambung, dan Anda dapat mengonsumsinya sampai 2 bulan berturut-turut sesuai anjuran dokter.