Gejalan dan Pencegahan Demam Dengue

DokterSehat.Com Apa itu demam dengue? Demam dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Virus dengue menyerang orang-orang dengan kekebalan tubuh yang rendah. Terdapat empat jenis virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari keempat jenis virus tersebut akan memiliki kekebalan tubuh seumur hidup terhadap virus yang sama, tetapi masih mungkin terinfeksi oleh jenis yang lain. Jadi, seumur hidup seseorang dapat terkena demam dengue sebanyak empat kali. Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih berat dari infeksi virus dengue tersebut.

doktersehat-demam-berdarah-dengue-zika

Bagaimana virus dengue dapat ditularkan?

Virus ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya telah mengisap darah orang yang menderita infeksi dengue. Nyamuk ini bertubuh belang-belang, berkembang biak terutama pada musim hujan, tetapi bisa juga berkembang biak pada musim kemarau di tempat-tempat penampungan air. Satu gigitan saja sudah dapat menyebabkan seseorang menderita infeksi dengue. Dengue tidak dapat ditularkan melalui sentuhan atau kontak dengan cairan tubuh penderita. Penularannya hanya melalui nyamuk.

Apa sajakah tanda dan gejala demam dengue?

Setelah digigit oleh nyamuk yang membawa virus, terdapat masa inkubasi (masa dimana penderita tidak merasakan gejala sakit apapun) selama sekitar tiga sampai lima belas hari. Kemudian, akan mulai muncul gejala infeksi virus seperti demam menggigil (demam mendadak tinggi, bisa mencapai 40 ºC), nyeri kepala, nyeri di belakang bola mata, serta nyeri otot dan sendi. Dapat juga disertai dengan pembesaran kelenjar limfe (seperi benjolan kecil) di leher dan selangkangan. Demam bisanya berlangsung selama dua sampai empat hari, diikuti dengan penurunan suhu tubuh dan keringat yang banyak. Pada fase ini, penderita akan merasa lebih sehat dan gejala-gejala yang ada telah berkurang, padahal sebenarnya penderita masih belum sembuh. Kemudian, terjadi peningkatan suhu kembali yang manandai proses penyembuhan.

Apa perbedaan tanda dan gejala demam dengue dengan demam berdarah dengue?

Demam berdarah dengue adalah bentuk yang lebih berat dari infeksi dengue. Gejala-gejala yang ditimbulkan juga lebih berat. Sama halnya dengan demam dengue, demam berdarah dengue juga diawali dengan demam mendadak tinggi dan menggigil. Selain itu, muncul juga gejala lain seperti nyeri tenggorokan, mual, muntah, dan nyeri perut. Pada demam berdarah dengue, muncul tanda-tanda perdarahan seperti memar, bintik-bintik pada kulit (petechiae), muntah darah (hematemesis), buang air besar bercampur darah (melena), gusi berdarah, dan mimisan (epistaxis). Bila perdarahan ini dibiarkan dan penderita tidak mendapatkan cairan dalam jumlah yang cukup, akan terjadi pertistiwa yang disebut syok hipovolemik. Keadaan ini terjadi karena jumlah cairan di dalam pemuluh darah sangat kurang sehingga aliran darah terganggu dan oksigen tidak dapat mencapai jaringan dan organ tubuh. Syok ditandai dengan kaki dan tangan dingin, nadi lemah, dan pada kondisi yang lebih berat muncul kebiruan di jari-jari tangan dan kaki yang menandai kurangnya pasokan oksigen ke jaringan.

Baca Juga:  Ibu Hamil, Jangan Ikuti Mitos Makanlah Untuk Dua Badan

Bagaimana penatalaksanaan demam dengue?

Karena demam dengue disebabkan oleh virus, tidak ada obat yang spesifik untuk menyembuhkannya. Penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya bila daya tahan tubuh baik. Obat-obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Yang terpenting adalah istirahat yang cukup, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh, dan nutrisi yang terjaga. Bila ditemukan tanda-tanda demam berdarah dengue seperti yang telah dijelaskan di atas, segeralah hubungi dokter.

Bagaimana cara mencegah infeksi dengue?

Langkah awal untuk mencegah infeksi dengue adalah dengan melindungi penderita. Penderita infeksi dengue harus terhindar dari gigitan nyamuk agar tidak menularkan virus ke orang-orang di sekitarnya. Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan pengendalian dan pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan tempat penampungan air secara teratur, mengenakan pakaian tertutup (celana panjang dan lengan panjang) atau menggunakan lotion anti nyamuk bila berada di tempat yang banyak nyamuk, atau bisa juga dengan penyemprotan obat anti nyamuk.

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari: Medicinet