Mengenali 6 Gejala Rubella pada Ibu Hamil

Doktersehat-gejala-rubella-pada-ibu-hamil
Photo Credit: Flickr.com/Sara Neff

DokterSehat.Com– Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin.

Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.

Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

Berikut ini adalah ciri-ciri rubella pada ibu hamil yang harus diketahui, antara lain:

Rubella pada Ibu Hamil

  1. Flu

Gejala rubella yang pertama ini sebenarnya mirip dengan gejala flu biasa. Akan tetapi selain hidung tersumbat dan rentang waktu yang cukup lama, cairan hidung atau ingus yang yang relatif cair juga dapat menjadi indikator untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Jika hidung mampet disertai rasa sakit kepala dan berlangsung selama kurang lebih 14-21 hari, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

  1. Kulit ruam

Ciri infeksi rubella yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam berbentuk bercak pada kulit. Ruam ini umumnya dimulai di sekitar kelenjar getah bening di sekitar telinga yang menjadi pusat serangan virus, dan akan menjalar ke wajah dan bagian tubuh lainnya.

Ruam yang muncul mudah dibedakan karena bukan disebabkan oleh biang keringat ataupun gatal (karena bakteri). Tanpa dipicu oleh faktor-faktor tertentu, ruam dapat muncul secara tiba-tiba setelah 48-60 jam setelah terinfeksi, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain kurang lebih 4 hari.

  1. Demam

Karakter demam yang muncul mirip dengan demam pada umumnya. Hanya saja demam yang terjadi hanyalah demam ringan yang tidak melebihi suhu 39 derajat celcius. Perbedaan lainnya adalah demam akan berlangsung cukup lama, yaitu antara 4-7 hari.

  1. Iritasi mata

Gangguan debu dan polusi udara bisa menyebabkan gangguan iritasi pada mata. Namun ibu hamil yang terinfeksi rubella, biasanya mengalami iritasi yang berlangsung selama 3 hari hingga lebih.

  1. Rasa mual berlebih

Mual yang terjadi pada ibu hamil memang hal yang biasa, khususnya pada masa awal kehamilan. Hal ini dapat ditangani dengan minuman hangat untuk meredakan rasa mual.

Akan tetapi, jika mual terjadi dalam waktu yang cukup lama selama masa kehamilan, hal itu adalah sesuatu tidak wajar. Ini bisa menjadi tanda bahwa ibu hamil terkena rubella. Bagi para ibu hamil yang sering mengalami mual berlebih, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  1. Mudah lelah

Orang yang terinfeksi rubella akan merasa mudah lelah dan lemas. Kondisi ini dikarenakan efek kombinasi gejala-gejala yang telah muncul sebelumnya. Dampak lanjutan dari turunnya kondisi imunitas adalah nyeri sendi.

Memang tidak mudah untuk menilai secara kasat mata apakah seseorang terinfeksi virus rubella atau tidak. Sehingga, pemeriksaan darah menjadi sangat penting untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi ini.

Jika rubella terjadi pada anak atau orang dewasa, penyakit ini dapat membaik dengan cepat, tidak berbahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi. Sementara jika rubella menyerang wanita hamil, virusnya bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian pada janin.

Oleh karena itu, pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella.