Gejala, Penyebab dan Pengobatan Tuberkulosis (TBC)

DokterSehat.ComApa itu TBC?
Tuberkulosis (TBC) adalah penyekit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC paling sering menyerang organ paru tetapi bukan tidak mungkin ditemukan di organ manapun di dalam tubuh.

doktersehat-sakit-flu-batuk-orang-tua-penumonia-tersedak

Bagaimana seseorang bisa tertular TBC?
Seseorang dapat terinfeksi bakteri tuberkulosis setelah menghirup partikel-partikel kecil dari kuman TBC yang beredar di udara. Bakteri ini dapat berada di sirkulasi udara ketika seseorang yang menderita TBC paru batuk, bersin, berteriak, atau meludah secara sembarangan. TBC tidak dapat ditularkan melalui sentuhan kulit.

Apa yang terjadi ketika bakteri TBC masuk ke dalam tubuh?
Setelah terhirup masuk ke dalam paru, kuman TBC dapat berkembang biak di dalam paru dan mengakibatkan infeksi paru (pneumonia). Kelenjar limfe yang ada di sekitarnya juga dapat mengalami pembesaran. Selain itu, kuman TBC juga dapat menyebar ke organ tubuh yang lain. Jika sistem kekebalan tubuh dapat menahan penyebaran kuman ini dengan cara membentuk jaringan parut di sekitar kuman, kuman akan menjadi tidak aktif. Namun, jika sistem kekebalan tubuh lemah dan kuman mampu menembus jaringan parut yang dibentuk tersebut, kuman dapat tersebar ke seluruh tubuh, yang paling sering ke ginjal, tulang, serta selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Siapa saja orang yang berisiko menderita TBC?
Semua orang berisiko menderita TBC, tetapi ada beberapa golongan orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita TBC, yang meliputi:

  • Orang yang tinggal satu rumah atau berdekatan dengan penderita TBC aktif
  • Orang miskin dan tunawisma
  • Orang yang tinggal di daerah dimana penduduknya banyak yang menderita TBC
  • Orang yang tinggal bersama dengan banyak orang, misalnya di panti jompo, panti asuhan, rumah susun, dll
  • Pecandu alkohol dan pengguna narkoba suntik
  • Orang dengan diabetes, kanker, dan HIV, sehingga memiliki kekebalan tubuh yang rendah
  • Tenaga kesehatan, dapat tertular dari pasien yang dirawatnya

Apa sajakah gejala tuberkulosis?
Gejala yang sering muncul pada infeksi TBC aktif antara lain: badan terasa lemas, penurunan berat badan yang drastis, demam tidak tinggi, dan keringat pada malam hari. Jika infeksi pada paru memburuk, akan muncul gejala lain seperti batuk, nyeri dada, dahak bercampur darah, dan sesak napas. Jika infeksi menyebar ke organ tubuh yang lain, gejala yang timbul bergantung pada organ apa yang terserang kuman TBC.

Baca Juga:  Cara Menghilangkan Rambut Ketiak

Bagaimana tuberkulosis dapat didiagnosis?
TBC dapat didiagnosis dengan beberapa cara, meliputi X-foto dada, pemeriksaan dahak, dan tes kulit. X-foto dada dapat membedakan apakah infeksi TBC di paru masih aktif atau sudah terbentuk jaringan parut dan menjadi tidak aktif. Pemeriksaan dahak bertujuan untuk menemukan adanya kuman tuberkulosis di dalam dahak. Tes kulit (disebut juga tes Mantoux atau PPD) bertujuan untuk melihat adanya respon kekebalan tubuh terhadap kuman TBC, artinya jika seseorang telah terinfeksi TBC, tes ini akan memberikan hasil yang positif. Pada kenyataannya, sangat sulit untuk mendiagnosis TBC hanya berdasarkan salah satu pemeriksaan saja. Untuk mendiagnosis TCB, dokter tetap perlu memperhatikan perjalanan penyakit, kondisi klinis penderita, didukung dengan pemeriksaan penunjang.

Bagaimana pengobatan TBC?
Penderita yang telah dinyatakan positif menderita tuberkulosis akan mendapatkan suatu regimen obat yang terdiri dari 3-5 antibiotik. Obat ini harus dikonsumsi minimal selama 6 bulan. Untuk mencapai kesembuhan, penderita harus rutin minum obat, tidak boleh berhenti sebelum pengobatan selesai, dan memeriksakan diri secara teratur meskipun gejala dirasakan sudah berkurang.

Apakah ada vaksin untuk mencegah penyakit tuberkulosis?
Saat ini di Indonesia telah tersedia vaksin BCG yang dapat melindungi dari infeksi kuman tuberkulosis. Program imunisasi BCG sudah termasuk dalam imunisasi wajib sejak bayi. Meskipun telah mendapat vaksin BCG, bukan tidak mungkin seseorang terinfeksi bakteri tuberkulosis. Namun, bila sudah pernah mendapat vaksin, gejala yang muncul tentunya akan jauh lebih ringan daripada infeksi TBC pada orang yang belum pernah mendapat vaksin.

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari: Medicinenet Web