Gejala, Penyebab dan Pengobatan Mual dan Muntah

DokterSehat.ComApakah mual dan muntah itu?
Mual dan muntah bukan merupakan suatu penyakit spesifik, melainkan merupakan gejala dari penyakit yang sudah ada sebelumnya. Mual merupakan sensasi bahwa perut ingin mengosongkan isinya, sedangkan muntah adalah kejadian pengosongan perut secara paksa.

shutterstock_275722325 copy

Apa penyebab mual dan muntah?
Ada berbagai penyebab mual dan muntah, antara lain:

  1. Gastritis akut
    Yaitu peradangan pada lambung karena adanya bahan yang mengiritasi permukaan lambung, misalnya:
    • Infeksi. Infeksi dapat disebabkan oleh virus (misalnya norovirus dan rotavirus), parasit (misalnya golongan Amoeba), dan bakteri (terutama Helicobacter pylori). Gejalanya bisa disertai dengan nyeri perut atau demam.
    • Keracunan makanan. Gejala biasanya muncul dalam beberapa jam setelah mongonsumsi makanan yang terkontaminasi dan dapat berlangsung selama 1-2 hari. Bakteri penyebab keracunan makanan antara lain: Salmonella, Campylobacter, Shigella, E. coli, Listeria, atau Clostridium botulinum.
    • Ulkus lambung. Yaitu hilangnya lapisan pelindung permukaan lambung sehingga asam lambung mengiritasi permukaan lambung.
    • Penyebab iritasi lambung yang lain, misalnya alkohol, rokok, dan obat-obatan anti nyeri (seperti aspirin dan ibuprofen) serta jamu-jamuan yang mengandung kortikosteroid.
  2. Penyebab sentral
    Yaitu karena adanya sinyal dari otak yang menyebabkan mual dan muntah. Sinyal tersebut dapat disebabkan oleh:
    • Nyeri kepala, misalnya migraine
    • Gangguan sistem keseimbangan di telinga dalam, misalnya mabuk perjalanan, infeksi telinga dalam, vertigo, atau peyakit Meniere
    • Cedera kepala. Adanya perdarahan di dalam kepala yang mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam rongga kepala dapat menimbulkan muntah. Muntah ini biasanya tidak didahului dengan rasa mual, seringkali menyemprot, dan tidak dipengaruhi oleh makanan. Selain karena perdarahan, tekanan di dalam rongga kepala juga dapat meningkat karena infeksi atau tumor sehingga menimbulkan gejala muntah yang khas seperti ini.
    • Rangsang tertentu. Bau-bauan atau bunyi-bunyian tertentu juga dapat memicu timbulnya mual dan muntah. Hal ini disebabkan karena adanya rangsangan pada nervus vagus. Syok emosional dan nyeri juga dapat memicu mual dan muntah. Beberapa orang juga merasakan mual hingga muntah setelah menyaksikan suatu peristiwa, misalnya menyaksikan peristiwa kecelakaan lalu lintas.
  3. Penyakit lain
    • Diabetes. Salah satu dari komplikasi jangka panjang diabetes adalah neuropati atau gangguan serabut saraf. Bila hal ini terjadi pada serabut saraf di lambung, akan terjadi gangguan pada gerak lambung dalam upaya mengosongkan isinya ke dalam usus halus. Akibatnya, timbul sensasi perut terasa penuh, disertai mual hingga muntah. Mual dan muntah pada penderita diabetes juga dapat disebabkan oleh gangguan keseimbangan kadar gula dalam darah, baik kadar gula yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
    • Penyakit pada organ-organ di dalam rongga perut dapat menyebabkan gejala mual dan muntah, misalnya hepatitis, penyakit kandung empedu, pankreatitis, peradangan usus, penyakit ginjal, atau kanker
    • Penyakit pada organ lain di luar rongga perut juga dapat menimbulkan gejala mual dan muntah, misalnya serangan jantung dan infeksi paru
    • Sepsis, yaitu infeksi yang menyebar melalui aliran darah
    • Gangguan makan, misalnya bulimia (merangsang diri sendiri untuk memuntahkan makanan yang dimakan) yang merupakan penyakit kejiwaan
  4. Obat-obatan
    Efek samping dari beberapa dapat menyebabkan iritasi lambung dan/atau mual dan muntah, misalnya obat-obat terapi kanker, obat-obat anti nyeri, dan antibiotik. Terapi radiasi juga dapat menimbulkan mual dan muntah.
  5. Sumbatan usus
    Nyeri perut, perut kembung dan membesar, mual dan muntah, dan kesulitan buang angin dan buang air besar merupakan gejala adanya sumbatan usus. Sumbatan usus ini menyebabkan makanan, air, dan enzim-enzim yang dihasilkan oleh organ percernaan tidak dapat mengalir sehingga kembali ke saluran pencernaan di atasnya sampai akhirnya menimbulkan muntah.
  6. Kehamilan
    Mual dan muntah pada kehamilan biasanya terjadi pada trimester pertama dan disebabkan oleh peningkatan kadar hormon HCG dalam darah.
Baca Juga:  Hati-hati, Gelang Loom Band Mengandung Zat Penyebab Kanker

Bagaimana penatalaksaan mual dan muntah di rumah?
Yang terpenting adalah mengistirahatkan lambung dan mencegah dehidrasi. Cairan (dapat berupa air putih, minuman yang mengandung elektrolit, atau sari buah) dapat diberikan sedikit demi sedikit, sekitar 100-200 cc tiap 10-15 menit. Pemberian makanan ditunda sampai penderita mampu, lalu diberikan secara bertahap semampunya, mulai dari makanan lunak kemudian ditingkatkan perlahan-lahan. Susu sebaiknya dihindari pada 24-48 jam pertama karena enzim-enzim yang mencerna susu biasanya ikut terbuang pada saat muntah sehingga pemberian susu akan memperburuk kondisi penderita.

Kapan kita harus menghubungi dokter?
Jika muntah berlangsung selama lebih dari 24 jam, jika ada risiko terjadinya dehidrasi berat (misalnya karena penderita kesulitan minum, terutama pada bayi dan lansia), atau jika terdapat penyakit lain yang mendasari yang dapat memperburuk kondisi penderita (misalnya cedera kepala seperti yang telah dijelaskan di atas). Jika mual dan muntah disertai dengan nyeri perut, demam, muntah bercampur darah, atau buang air besar berwarna kehitaman, segeralah menghubungi dokter.

Sumber: Medicinet Web