Gejala Kanker Darah (Lukemia)

DokterSehat.com– Jika kita mendengar tentang kanker, terbayang bahwa penyakit ini merupakan penyakit yang sangat menakutkan. Apa pun jenis penyakit kanker tetap menjadi momok karena membutuhkan perjuangan bagi kesembuhan dan faktor kesembuhannya yang terkadang kecil. Meski tak semuanya begitu, kesembuhan penyakit kanker bergantung pada seberapa kondisi penyakit tersebut serta bagaimana penanganan dan penyembuhan penyakit tersebut.



Salah satu jenis penyakit kanker yang mematikan adalah kanker darah atau yang disebut leukimia. Kanker darah meupakan neoplasma ganas sel darah putrih (leukosit) yang ditandai dengan bertambah banyaknya sel darah putih abnormal dalam aliran darah. Sel-sel tersebut berinfiltrasi secara progresif ke dalam jaringan tubuh, terutama pada sumsum tulang. Dampaknya adalah sumsum tulang rusak dan kehilangan fungsinya untuk membuat sel darah merah. Sedangkan sel darah putih normal serta platelets (trombosit). Sehingga menyebabkan kekurangan sel darah merah yang menjadikan anemia. Namun jika kekurangan sel darah putih dapat mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan platelets pun akan mengakibatkan terjadinya perdarahan yang parah.

Gejala dan Klasifikasi Leukimia

Ada empat tipe leukimia yang memiliki gejala-gejala hampir sama:

Leukimia Limfostik Akut

Jenis leukimia ini lebih sering menyerang pada anak-anak. Namun belum diketahui secara pasti faktor pendorong yang menyebabkannya, apakah faktor genetik dan faktor imunologik, atau ketidaktahanan pada radiasi dan beberapa zat kimia. Gejala yang timbul pada leukimia limfostik akut adalah perdarahan seperti mimisan, perdarahan gusi, dan mudah mengalami memar. Terdapat bintik merah dan cokelat tua, anemia, badan menurun, badan terasa lemah yang disertai denyut jantung yang cepat, sakit pada tulang atau lambung, dan wajah terlihat pucat.

Leukimia Limfostik Kronis

Tipe penyakit ini biasanya menyerang pada orang dewasa dengan usia antara 45-60 tahun. Gejala yang muncul adalah tidak terkontrolnya penyebaran limfosit yang kecil dan abnormal dalam jaringan limfoid, darah, dan sumsum tulang.

Baca Juga:  Awas, Pria Ternyata Rentan Terkena Penyakit Kanker Berikut

Leukimia limfostik kronis merupakan yang paling ringan dibanding yang lain, dengan perkembangan yang lambat dan jinak. Faktor genetik menjadi salah satu yang berperan dalam penyakit ini. Gejala yang muncul pada leukimia limfostik kronis adalah anemia, selalu merasa lelah, demam, pembesaran kelenjar getah bening, sangat rentan terhadap infeksi, berat badan yang turun, tulang terasa sakit, pembengkakan pada hati dan limpa, sesak nafas, jantung berdebar, dan perdarahan.

Leukimia Mielositik Akut

Kanker darah tipe ini disebabkan sel mielosit normal yang berkembang menjadi granulosit (sel darah putih yang mengandung granula) dan berubah menjadi ganas dan akan segera berinfiltrasi ke dalam jaringan tubuh, terutama sumsum tulang yang berperan penting dalam pembentukan sel darah normal. Sehingga sumsum tulang menjadi rusak dan kehilangan fungsinya dalam pembentukan sel darah normal.

Leukimia Mielositik Kronis

Kanker darah tipe ini merupakan jenis leukimia granulositik kronis. Pada kondisi ini granulosit, yaitu sel darah putih yang mengandung granula telah mengalami perubahan secara abnormal pada sum-sum tulang serta di dalam jaringan tubuh. Pada fase kronis akan terjadi peningkatan  jumlah granulosit, anemia, berat badan menurun, dan pembesaran limpa.

Pada tahap akut biasanya pasien tidak akan bertahan lama dan dapat meninggal dalam hitungan hari. Sedangkan pada tahap kronis pasien masih memiliki harapan hidup yang lebih lama yaitu bisa mencapai satu tahun atau lebih.