Gejala HIV Mirip Gejala Flu

DokterSehat.com – Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi penyakit yang paling dikhawatirkan karena belum ada obat atau vaksin yang bisa menyembuhkannya.



Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadi tempat perkembangbiakan virus HIV baru lalu merusaknya hingga tidak bisa berfungsi lagi. Virus mematikan ini menyerang sistem kekebalan sehingga tubuh kehilangan kemampuan melawan penyakit, akibatnya tubuh lebih rentan terkena berbagai penyakit bahkan berisiko meninggal dunia meski hanya terserang flu atau pilek saja.

Tubuh yang sudah terinfeksi virus HIV tidak akan langsung menderita penyakit AIDS. Virus HIV memerlukan waktu yang cukup lama sampai bertahun-tahun untuk berubah menjadi AIDS atau HIV positif yang mematikan.

Virus yang sudah masuk ke dalam tubuh dapat berkembang dengan pesat. HIV/AIDS bisa menular kepada seseorang melalui berbagai cara, diantaranya:

1. Melalui darah, contahnya dengan melakukan transfusi darah, menggunakan jarum suntik yang sudah digunakan penderita HIV sebelumnya, dan terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka.

2. Melalui seks tanpa menggunakan kondom. Cairan sperma dapat menularkan virus ini melalui seks oral maupun seks antar kelamin. Begitu pula dengan cairan vagina yang bisa menularkan virus ini ke orang lain.

3. Melalui ASI, ibu yang terinfeksi HIV+ dapat menularkan virus kepada bayi maupun pria yang meminum air susunya.

Meski begitu, tidak semua cairan tubuh dapat menularkan virus mematikan ini. Ada beberapa cairan tubuh pada penderita HIV+ yang tidak mengandung virus HIV, yakni air liur, feses, keringat, air mata, dan urin.

Pada tahap awal tubuh yang terinfeksi virus tidak menunjukkan gejala apapun, tanda-tanda HIV akan muncul dua sampai empat minggu setelah terinfeksi. Seseorang bisa mengeluh mengalami sakit kepala yang berat dan persisten disertai dengan demam.

Baca Juga:  Gara-Gara Dicupang Oleh Kekasihnya, Remaja Pria ini Meninggal Dunia

Terkadang gejala yang muncul mirip dengan flu seperti sakit kepala, demam, mual, kelelahan, diare, dan terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, dan leher.

Pada stadium lanjut HIV akan menunjukkan gejala berikut ini:

1. Batuk kering

2. Berat badan turun pesat tanpa alasan

3. Demam berulang dan berkeringat saat malam hari

4. Kehilangan memori

5. Diare lebih dari seminggu

6. Kelelahan

7. Depresi dan gangguan saraf lain.

Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan mengukur jumlah sel-sel darah putih, karena biasanya seseorang dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil.

HIV bukan merupakan penyakit yang mudah untuk didiagnosis, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu kenali gejala yang ada dan melakukan pemeriksaan ke dokter.

Dari Berbagai sumber