Gejala Hemofilia Pada Ibu Hamil

DokterSehat.Com – Penyakit Hemofilia, ini sendiri merupakan salah satu penyakit kelainan genetic darah, yang diakibatkan oleh kurangnya factor dari pembekuan darah.

19

Jadi, darah pada penderita hemofilia akan susah membeku sehingga mengakibatkan darah mengalir secara terus menerus atau pendarahan jika mengalami cedera, trauma, ataupun setelah operasi.

Di masyarakat, penyakit hemofilia memang belum banyak dikenal. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan dan memperhatikan beberapa gejala hemofilia.

Berikut ini beberapa gejala hemofilia yang sebaiknya Anda ketahui :

  • Perdarahan yang sering, seperti perdarahan selama proses kehamilan.
  • Pendarahan hebat dalam sendi, seperti pada sendi lutut dan kaki. Biasanya pendarahan sendi ini disertai juga dengan pembengkakan.
  • Pendarahan ke dalam otot.
  • Pendarahan dari mulut, gusi, dan hidung (mimisan).
  • Pendarahan dalam saluran pencernaan. Hal ini ditandai dengan adanya darah pada feces.
  • Pendarahan pada saluran kemih. Kondisi ini mengakibatkan adanya darah dalam urine.
  • Pendarahan ke dalam otak. Gangguan ini dapat menyebabkan gejala mual, muntah, rasa lemas.
  • Pendarahan setelah operasi atau trauma dan cedera, seperti pada pasca persalinan, pada operasi kecil cabut gigi, dan lainnya.

Hemofilia bisa dialami oleh siapa saja yang memiliki garis keturunan orang tua yang mengidap hemofilia. Hal yang mengkhawatirkan adalah apabila hemofilia dialami oleh Ibu hamil. Mengingat Ibu hamil penderita hemofilia berisiko pada kematian karena pendarahan yang dialaminya seiring proses kehamilan dan pasca persalinan. Ibu hamil penderita hemofilia wajib rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan dan penyakit dalam. Ada beberapa kasus yang mengharuskan Ibu hamil penyandang hemofilia harus segera mendapatkan penanganan medis. Jika tidak, kondisi ini akan dapat membahayakan diri Ibu hamil dan janinnya.

Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan Ibu hamil mendapatkan pertolongan medis :

  • Mengalami cedera pada perut, leher, mulut, lidah, wajah, mata, punggung, dan lainnya.
  • Menderita pukulan telak di kepala dan perut.
  • Mengalami pendarahan dan perdarahan hebat atau persisten.
  • Mengalami pembengkakan pada beberapa bagian tubuh yang disertai rasa sangat nyeri dan sakit.
  • Mengalami luka terbuka yang disertai pendarahan sehingga memerlukan jahitan.
Baca Juga:  Kanal Atrioventrikular, Kelainan Jantung Bawaan

Nah, Anda sudah mengetahui beberapa gejala hemofilia dan kondisi seperti apa yang diharuskan penderita mendapatkan penanganan serius. Jika Anda sering kali mengalami beberapa gejala berikut ini, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mengobati sedini mungkin penyakit hemofilia yang mungkin saja Anda alami.