Gejala-Gejala Demensia Yang Harus Diwaspadai

DokterSehat.Com – Belakangan ini kita tentu sering mendengar kampanye kesehatan untuk melawan demensia di usia tua nantinya. Demensia sendiri adalah sebuah gangguan yang terjadi pada organ otak yang bisa membuat seseorang mengalami masalah penurunan daya ingat atau bahkan penurunan fungsi kognitif. Banyak orang yang menyamakan demensia sebagai penyakit pikun karena memang kerap terjadi pada usia lanjut. Namun, demensia lebih dari sekadar pikun dan bisa berpengaruh besar pada kehilangan kemampuan untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya kini kita mulai mengenal lebih baik gejala-gejala demensia yang harus kita waspadai sejak dini.

doktersehat-stres-picu-demensia

Tanda demensia yang pertama dan harus kita waspadai tentu saja adalah hilangnya ingatan sesaat. Sebagai contoh, kita lupa apa yang baru saja kita lakukan beberapa saat yang lalu atau bahkan sekadar lupa menaruh kunci kendaraan di suatu tempat. Kehilangan memori jangka pendek ini tentu harus diwaspadai agar tidak berlanjut menjadi demensia. Selain itu, ada beberapa orang yang cenderung mengalami kesulitan untuk merangkai kata sehingga sulit untuk mengkomunikasikan sesuatu. Jika hal ini terjadi pada anda, ada baiknya anda mewaspadai adanya demensia.

Gejala demensia lainnya adalah jika kita mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan beberapa tugas sehari-hari yang sebenarnya cukup mudah dan pernah kita lakukan sebelumnya. Selain itu, jika kita mulai mudah merasa bingung untuk mengikuti alur pekerjaan atau bahkan alur cerita yang disampaikan oleh orang lain, maka ini juga bisa menjadi tanda awalnya demensia.

Meskipun terlihat sepele, mereka yang berubah menjadi orang yang tidak peduli dan apatis hingga mereka yang mudah mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim ternyata juga bisa menjadi tanda-tanda adanya demensia. Selain itu, jika kita tanpa sadar melakukan atau membicarakan beberapa hal berulang kali tanpa disadari, maka ada baiknya kita mulai mengecek kondisi kesehatan kita agar tidak terkena demensia di kemudian hari.