Gangguan Pendengaran – Gejala

ktersehat-gangguan-pendengaran

Gangguan pendengaran dapat terjadi tiba-tiba, tetapi seringkali terjadi secara bertahap dan tidak disadari. Pada tahap awal gangguan pendengaran, suara bernada tinggi, seperti suara anak-anak dan suara perempuan, atau suara dengan konsonan  ‘S’ dan ‘M’ menjadi sulit untuk didengarkan. Gejala lain dari gangguan pendengaran meliputi:

  • Masalah memahami percakapan.
  • Masalah mendengarkan di tengah kebisingan.
  • Masalah mendengarkan ketika ada lebih dari satu percakapan.
  • Persepsi bahwa orang tidak berbicara dengan jelas atau bergumam.
  • Sering salah paham apa yang orang katakan dan menanggapi dengan tidak sinkron.
  • Sering meminta orang untuk mengulangi pembicaraan.
  • Keluhan dari orang lain bahwa suara TV terlalu keras
  • Terdengar suara berdenging, menderu, atau mendesis. Dalam dunia medis hal ini dikenal sebagai tinnitus.

Setelah mengetahui gejala, biasanya dokter akan mengklasifikasikan gangguan pendengaran dengan derajat: dari yang ringan, sedang, berat, atau sangat berat. Seiring bertambahnya derajat, orang dengan gangguan pendengaran menjadi semakin terputus dari kehidupan sosialnya dalam berbicara dan bersuara.

Berikut ini adalah beberapa kategori gejala gangguan pendengaran, antara lain:

  • Gangguan pendengaran ringan (mild). Percakapan dengan satu lawan bicara akan baik-baik saja tetapi sulit untuk menangkap setiap kata saat di tengah kebisingan.
  • Gangguan pendengaran sedang (moderate). Anda sering meminta orang untuk mengulangi percakapannya. Hal ini biasa terjadi saat melakukan pembicaraan via telepon
  • Gangguan pendengaran yang berat (severe). Anda tidak bisa mendengarkan percakapan tanpa alat bantu dengar.
  • Gangguan pendengaran yang sangat berat (profound). Anda tidak dapat mendengar orang lain berbicara, kecuali percakapan yang sangat keras. Tanpa alat bantu dengar atau implan koklea, Anda tidak dapat memahami pembicaraan orang lain.

 

Gangguan Pendengaran – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4