Emfisema – Gejala dan Kapan Mencari Dokter

doktersehat-batuk-cough-tbc-paru-kanker

Gejala utama dari emfisema adalah napas pendek atau lebih dikenal dengan istilah sesak napas. Penderita kesulitan untuk menghembuskan napas keluar. Umumnya gejala ini akan yang berkembang secara bertahap. Karena kerusakan yang ditimbulkan berjalan lambat, sering kali hal ini tidak diketahui. Hal ini sering terjadi terutama jika Anda seorang perokok atau memiliki masalah medis lainnya yang membatasi kemampuan Anda untuk berolahraga.

Salah satu tanda-tanda khas dari emfisema adalah ‘pursed-lipbreathing’.  Orang dengan emfisema berjuang untuk bernapas untuk mengosongkan udara yang terjebak di paru. Penderita akan mengerutkan bibir dan hanya menyisakan lubang kecil. Kemudian, ketika mereka menghembuskan napas, bibir memblokir aliran udara, meningkatkan tekanan di saluran napas dan kemudian membuka bibirnya  yang memungkinkan udara yang terjebak untuk keluar.

Orang dengan emfisema dapat mengalami ‘barrel chest’ di mana jarak dada depan belakang, yang biasanya lebih kecil dari jarak dada sisi kiri ke kanan menjadi sama. Ini adalah akibat langsung dari udara yang terperangkap karena obstruksi saluran napas.

Konsultasi dengan Dokter

Jika Anda memiliki sesak napas, segera konsultasikan  dokter umum, dokter penyakit dalam, atau dokter spesialis paru. Sesak napas dapat terjadi karena penyakit lain seperti jantung dan penyakit paru-paru lainnya, sehingga sangat penting untuk tidak mengabaikan atau tidak menyepelekan gejala ini. Penurunan bertahap dalam kemampuan untuk berolahraga atau melakukan kegiatan sehari-hari, batuk terus-menerus, dan mengi juga perlu diperhatikan.

Karena merokok adalah suatu faktor risiko berbahaya bagi emfisema, Anda juga dapat menghubungi dokter untuk membantu membuat rencana agar Anda dapat berhenti merokok, bahkan tanpa adanya sesak napas atau gejala lainnya.

Dokter bisa memberikan banyak pilihan untuk membantu Anda berhenti merokok. Dukungan dari dokter dapat membuat proses lebih mudah daripada melakukannya sendiri. Banyak penelitian terbaru menunjukkan bahwa 25% dari perokok memiliki PPOK namun mereka tidak menyadarinya.

Sesak napas harus selalu dianggap serius, terutama jika datang tiba-tiba atau memburuk dalam waktu yang relatif singkat. Situasi ini biasanya dianggap sebagai darurat medis sehingga segera bawa penderita ke unit gawat darurat. Ketidakmampuan untuk berbicara lengkap dalam satu kalimat penuh dapat menjadi tanda sesak napas.

Selain itu, tanda-tanda dari bibir, lidah, kuku, atau kulit yang berubah warna menjadi biru juga harus diperhatikan. Tanda ini disebut sianosis, di mana hal ini menunjukkan kondisi paru-paru yang semakin memburuk.

Tanda lain yang harus Anda kenali adalah batuk. Peningkatan batuk dan produksi dahak bisa menjadi tanda adanya infeksi. Infeksi membuat emfisema semakin buruk dan dapat menyebabkan masalah jangka panjang.

 

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik