Gejala Dispraksia Pada Anak

DokterSehat.com – Dispraksia merupakan gangguan atau ketidakmatangan anak dalam mengatur gerakan. Kondisi ini disebabkan kurangnya kemampuan otak dalam memproses informasi hingga pesan-pesan tidak sepenuhnya atau benar-benar ditransmisikan. Akibatnya, anak menjadi kesulitan dalam berpikir, merencanakan, dan melakukan tugas-tugas motorik atau sensorik. Pada dasarnya dispraksia bukan gangguan yang terjadi pada otot atau gangguan kecerdasan, meski dampaknya bisa mempengaruhi kemampuan berbahasa dan pengucapan.



Dispraksia terjadi saat otak memerintahkan untuk melakukan sesuatu, namun sinyal perintah otak diacak hingga tidak bisa membaca sinyal tersebut. Sayangnya kebanyakan penderita dispraksia terlambat diketahui oleh keluarga. Sehingga kondisi ini akan membuat anak menjadi kurang percaya diri.

Dispraksia dikelompokkan menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tipe penampilannya:

  • DVD (Developmental Verbal Dyspraxia); anak mengalami kesulitan untuk membuat atau memproduksi suara atau kesulitan memproduksi suara menjadi kata.
  • OD (Oral Dyspraxia) pada kasus anak, ketidakmampuan melakukan gerakan mulut. Misalnya ketika diminta untuk angkat lidah, anak tidak dapat meresponnya. Tapi jika tidak disengaja anak dapat melakukannya.
  • MD (Motor Dyspraxia)

Gejala

Pada bayi

Dispraksia yang dialami bayi umumnya ditandai dengan ocehan yang sedikit atau tidak sama sekali. Saat mulai belajar berbicara, anak hanya mengucapkan sedikit huruf konsonan.

Pada anak usia 3 – 5 tahun (usia pra sekolah)

  • Tangan mengembang saat berlari
  • Aktivitas motorik yang berlebihan seperti menghentak-hentakkan kaki saat duduk, menari, atau bertepuk tangan tanpa sebab yang jelas
  • Susah mengayuh sepeda roda tiga atau mainan lainnya
  • Susah memegang pensil atau memakai gunting
  • Terlambat merangkak, bersuling, dan berjalan
  • Kurang mampu melakukan permainan imajinatif
  • Respon terbatas terhadap instruksi lisan yang diberikan
  • Susah menyusun puzzle, mengembangkan kata-kata, dan berbicara dengan jelas.

Pada anak yang lebih besar (usia sekolah)

  • Sulit berkata-kata atau mengekspresikan diri
  • Sensitif terhadap sentuhan
  • Kesulitan menyalin tulisan di papan tulis dan mengingat instruksi
  • Tidak dapat menangkap konsep seperti : “di bawah”, “di atas”, “di dalam” atau “di luar”
  • Sulit memakai baju atau sepatu sendiri
  • Kesulitan belajar naik sepeda akibat keseimbangan yang buruk
  • Kemampuan membaca yang rendah dan buruk dalam menulis.
  • Sebagian anak dispraksia mengalami articulatory dyspraxiayang menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam berbicara dan mengeja.
Baca Juga:  Apa yang Terjadi saat Anda Jatuh Cinta?