Hipertiroidisme – Gejala, Diagnosis, dan Pemeriksaan

Gejala hipertiroidisme dibedakan menurut seberapa parah penyakit tersebut.

doktersehat-faringitis-tenggorokan-sakit

Bila hipertiroidisme dalam tahap ringan, pasien bisa saja tidak mengalami gejala apapun. Kondisi ini juga bisa terjadi pada pasien usia 70 tahun ke atas.

Gejala awal mungkin termasuk:

  • Tremor
  • Berkeringat berlebihan
  • Kulit halus tipis
  • Rambut tipis
  • Detak jantung yang cepat
  • Pembesaran kelenjar tiroid
  • Bengkak di sekitar mata
  • Elevasi kelopak mata bagian atas sehingga mata seolah-olah seperti menatap

Seiring perkembangan penyakit, gejala hipertiroid terkait dengan peningkatan tingkat metabolisme dan dapat meliputi:

  • Irama jantung yang ireguler (tidak beraturan) dan gagal jantung
  • “Badai tiroid” – tekanan darah tinggi, demam, dan gagal jantung
  • Perubahan mental, seperti kebingungan dan delirium

Bagaimana hipertiroid didiagnosis?
Jika diduga hipertiroidisme, diagnosis dilakukan melalui tes darah untuk mengukur kadar TSH dalam darah. Untuk lebih menggambarkan penyebab spesifik hipertiroidisme, tes seperti pemeriksaan antibodi, pemindaian tiroid nuklir, dan penggunaan yodium berlabel radioaktif dapat membantu menentukan penyebabnya. Pemeriksaan hipotalamus dan hipofisis juga dapat diperlukan.

Apa yang terbaik?
Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda mengira Anda memiliki gejala hipertiroid. Dokter Anda mungkin akan memerintahkan melakukan pemeriksaan darah atau memesan ultrasound tiroid Anda untuk mendiagnosis kondisi ini. Dokter Anda mungkin akan mengirim Anda ke ahli endokrinologi (dokter spesialis yang mengkhususkan diri pada fungsi kelenjar tubuh) untuk pemeriksaan atau perawatan diagnostik lebih lanjut. Sebagian besar kasus penyakit tiroid dan hipertiroidisme dapat dengan mudah didiagnosis dan diobati.