Lupus – Gejala dan Tanda: Sistem Muskuloskeletal, Kulit, dan Rambut

Kemungkinan gejala dan tanda lupus oleh sistem muskuloskeletal, kulit, dan rambut.

doktersehat-flu-pilek-infeksi-otak

Pada onset lupus, gejala biasanya sangat umum, terkadang membuat diagnosis penyakit menjadi sulit. Keluhan awal yang paling umum adalah kelelahan, demam, dan nyeri otot dan sendi. Ini disebut “sindrom mirip flu.”

  • Kelelahan adalah keluhan yang paling umum dan mengganggu. Hal ini juga sering menjadi satu-satunya gejala yang tersisa setelah pengobatan flare. Flare pada lupus adalah peningkatan gejala akut.
  • Demam saat lupus sedang flare biasanya merupakan demam ringan, jarang melebihi 38,8°C. Suhu yang lebih tinggi dari ini bisa diartikan sebagai adanya infeksi, maka harus dicari sumber infeksi lain sebagai penyebab demam. Namun, setiap demam pada lupus harus dianggap infeksi sampai terbukti sebaliknya.
  • Nyeri otot (mialgia) dan nyeri sendi (artralgia) tanpa atau dengan pembengkakan sendi (arthritis) sangat umum terjadi pada onset lupus baru dan pada kekambuhan (flare) berikutnya.

Meskipun lupus adalah penyakit multisistem, organ berikut lebih sering terkena daripada organ tubuh yang lain:

Sistem muskuloskeletal: Sakit sendi (tanpa pembengkakan) lebih sering terjadi pada radang sendi pada penderita lupus. Artritis lupus biasanya ditemukan di kedua sisi tubuh. Sendi yang paling sering terjadi adalah sendi tangan, lutut, dan pergelangan tangan, sering meniru penyakit sendi rheumatoid arthritis. Orang dengan lupus, terutama yang membutuhkan kortikosteroid dosis tinggi (steroid, prednison), dapat menderita aliran darah yang lambat ke tulang, menyebabkan kematian tulang (nekrosis avaskuler). Otot-otot itu sendiri terkadang bisa meradang dan sangat menyakitkan, berkontribusi pada kelemahan dan kelelahan.

Kulit dan rambut: Kulit terlibat di lebih dari 90% penderita lupus. Penyakit kulit karena lupus juga disebut sebagai lupus kutaneus. Gejala kulit dari lupus lebih sering terjadi pada orang kulit putih daripada ras kulit hitam. Ruam lupus klasik adalah kemerahan pada pipi (malar blush) yang sering timbul akibat paparan sinar matahari, berbagai jenis ruam dapat terlihat pada SLE. Lupus diskoid dengan bercak kulit merah dan sisik adalah ruam karakteristik khusus yang bisa menyebabkan jaringan parut. Biasanya terjadi pada wajah dan kulit kepala dan bisa mengakibatkan hilangnya rambut kulit kepala (alopesia). Kadang-kadang, lupus diskoid dapat terjadi sebagai kondisi kulit saja tanpa harus ada penyakit sistemik. Rambut rontok bisa terjadi pada SLE yang flare bahkan tanpa harus ada ruam kulit di kulit kepala. Dalam situasi ini, rambut tumbuh kembali setelah flare diobati. Kehilangan rambut juga bisa terjadi dengan obat imunosupresif.