Gangguan Kepribadian Ambang – Gejala dan Perawatan

doktersehat-gangguan-kepribadian-ambang
pic credit: petras gagilas

Jika Anda memiliki gangguan kepribadian ambang, suatu masalah bisa menjadi sangat parah, terulang dalam waktu yang lama, dan mengganggu kehidupan Anda. Gejala yang paling umum termasuk:

  • Emosi dan suasana hati berganti dengan intens.
  • Perilaku impulsif. Ini mungkin termasuk hal-hal seperti penyalahgunaan obat terlarang, makan tanpa kontrol, belanja di luar kendali, perilaku seksual berisiko, dan mengemudi ugal-ugalan.
  • Masalah hubungan. Anda mungkin melihat pasangan Anda baik namun tiba-tiba Anda berubah pikiran bahwa pasangan Anda buruk, peralihan persepsi dari diri Anda ini terjadi secara tiba-tiba, karena alasan kecil yang tidak penting. Hal ini dapat membuat hubungan menjadi sangat sulit untuk berlanjut.
  • Ketakutan ditinggal sendirian. Ketakutan ini dapat menyebabkan seseorang bergantung pada orang-orang di sekitarnya.
  • Perilaku agresif.
  • Rendah diri.

Gejala lain mungkin termasuk:

  • Merasa memiliki hati yang hampa.
  • Menyakiti diri sendiri, seperti memotong anggota tubuh hingga membakar diri.
  • Berpikiran untuk melakukan bunuh diri.
  • Merasa paranoid atau kehilangan rasa realitas (psikosis).

Gangguan ini memang memiliki persamaan gejala dengan penyakit mental lainnya. Jadi, jika Anda berpikir bahwa Anda atau seseorang yang  Anda kenal mungkin memiliki gangguan kepribadian ambang, segera temui profesional kesehatan mental. Jangan mencoba untuk mendiagnosis diri sendiri.

Penanganan  Gangguan Kepribadian Ambang

Pengobatan  gangguan kepribadian ambang yang utama adalah melalui psikoterapi. Obat-obatan dan perawatan di rumah sakit juga dapat dianjurkan, sesuai dengan kondisi dan keselamatan pasien jika diperlukan. Pada kasus tertentu, penderita gangguan ini dapat melalui perawatan di rumah sakit untuk mencegah kecenderungan melukai dirinya sendiri atau bunuh diri.

Sangat penting bagi gangguan kepribadian ini untuk menemukan seorang konselor untuk dapat membangun hubungan yang stabil dengan orang-orang sekitar. Cobalah untuk menemukan konselor yang memiliki pelatihan khusus dalam Dialectical Behavior Therapy (DBT). Terapi ini menggunakan pendekatan berbasis kemampuan dalam mengajari penderita mengatur emosi, mentolerasi tekanan jiwa, dan memperbaiki hubungan sosial.

Sementara itu, obat-obatan seperti antidepresan, stabilisator suasana hati, antipsikotik dan kombinasi dengan terapi, mungkin membantu dalam mengobati gangguan kepribadian ambang.

Kebiasaan lain yang harus diperhatikan adalah tidur cukup, konsumsi makanan sehat, olahraga secara teratur, menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang. Sejumlah kebiasaan ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Dan hal ini otomatis membuat gejala gangguan kepribadian ambang lebih ringan dan lebih jarang.

 

Gangguan Kepribadian Ambang – Halaman Selanjutnya: 1 2 3